Sepak Bola, Silaturahmi, dan Sportivitas: 27 Tahun FC Putra Gemilang Satukan Tim-Tim Cikampek
Olah Raga    Minggu 01 Februari 2026    18:30:30 WIBKARAWANG – Semangat persahabatan dan sportivitas mewarnai turnamen sepak bola persahabatan dalam rangka Hari Ulang Tahun FC Putra Gemilang ke-27 yang digelar di Lapangan Gemilang, Dusun Sukatani, Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Minggu (1/2/2026).
Turnamen yang menjadi agenda tahunan ini tak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antar komunitas sepak bola di wilayah Cikampek dan sekitarnya. Sebanyak delapan tim turut ambil bagian, yang dibagi ke dalam dua grup, yakni Grup A dan Grup B.

Grup A diisi oleh Nusasari FC, Pasundan FC, PCP FC, dan Gabrub FC. Sementara Grup B dihuni oleh tuan rumah Gemilang FC, The Sansino, Ciktim FC, serta Gareka FC. Sejak peluit awal dibunyikan hingga laga puncak, seluruh pertandingan berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Cikampek Barat, Hj. Yuyun Yunengsih, A.Md., yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen tersebut. Kehadiran pemerintah desa menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan kepemudaan dan olahraga yang berdampak positif bagi masyarakat.

Ketua Panitia Penyelenggara turnamen, Edi Jumala, menegaskan bahwa kegiatan ini sejak awal dirancang bukan semata untuk mengejar prestasi, melainkan sebagai wadah mempererat silaturahmi antar tim sepak bola serta masyarakat Cikampek Barat.
Menurutnya, usia 27 tahun FC Putra Gemilang merupakan perjalanan panjang yang harus terus dijaga dengan nilai-nilai kebersamaan, kedewasaan, dan sportivitas. Oleh karena itu, seluruh peserta diingatkan agar menjunjung tinggi etika bermain di dalam maupun di luar lapangan.

“Turnamen ini kami selenggarakan dalam rangka ulang tahun FC Putra Gemilang ke-27, dengan tujuan utama menjalin silaturahmi dan memperkuat persahabatan antar tim. Menang atau kalah itu hal biasa dalam sepak bola, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga sikap, menghormati lawan, serta memberi tontonan yang baik dan edukatif bagi masyarakat,” ujar Edi Jumala.
Ia menambahkan, pertandingan yang disaksikan langsung oleh warga Cikampek Barat harus menjadi contoh positif, khususnya bagi generasi muda yang menjadikan para pemain sebagai panutan. Menurutnya, sportivitas adalah nilai utama yang harus ditanamkan sejak dini melalui kegiatan olahraga.

“Kami berpesan kepada seluruh pemain agar bermain dengan penuh semangat namun tetap mengedepankan sportivitas. Jangan mudah terpancing emosi, karena yang menonton bukan hanya sesama pemain, tetapi juga masyarakat, anak-anak, dan generasi muda. Apa yang ditampilkan di lapangan akan menjadi pembelajaran bagi mereka,” katanya.
Edi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi dan mampu menjaga suasana pertandingan tetap kondusif dari awal hingga akhir. Ia menilai, kelancaran turnamen ini tidak lepas dari kedewasaan para pemain serta dukungan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, selama turnamen berlangsung situasi tetap aman dan kondusif. Ini menunjukkan bahwa sepak bola di Cikampek Barat sudah semakin dewasa dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim, perangkat pertandingan, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” pungkasnya.
Puncak turnamen mempertemukan PCP FC dengan The Sansino dalam laga final yang berlangsung sengit namun tetap menjunjung fair play. PCP FC akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah menundukkan The Sansino dengan skor meyakinkan 2–0. The Sansino harus puas di posisi kedua, sementara posisi ketiga diraih oleh Nusasari FC.

Prosesi penyerahan hadiah berlangsung penuh keakraban. Juara pertama, PCP FC, menerima sertifikat, trofi, serta uang kadeudeuh sebesar Rp500 ribu yang diserahkan oleh Murbahri, pemain senior Pesat Cikampek.
Juara kedua, The Sansino, menerima sertifikat, trofi, dan uang kadeudeuh Rp350 ribu yang diserahkan langsung oleh Edi Jumala selaku Ketua Panitia.

Sementara itu, hadiah juara ketiga diberikan kepada Nusasari FC berupa sertifikat, trofi, dan uang kadeudeuh Rp250 ribu yang diserahkan oleh Itang Yunas, pemain muda Gemilang FC.
Di usia ke-27, FC Putra Gemilang kembali membuktikan eksistensinya bukan hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan, pembinaan karakter, serta pemersatu masyarakat. Turnamen ini menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan perbedaan dalam semangat persaudaraan dan fair play.***Man




























