Ratusan Ikan Keramat Balong Girang Mati Mendadak, Bupati Kuningan Turun Langsung Ambil Langkah Cepat
Peristiwa    Selasa 03 Februari 2026    07:01:35 WIBKUNINGAN – Ratusan ikan keramat di objek wisata Balong Girang, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, dilaporkan mati secara massal dalam beberapa hari terakhir. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mengambil langkah penanganan cepat, Minggu (1/2/2026).
Di lokasi kejadian, Bupati menerima laporan bahwa kematian ikan mulai terjadi sejak Kamis lalu dengan jumlah awal sekitar 24 ekor. Namun, dalam beberapa hari berikutnya, jumlah ikan yang mati terus bertambah secara signifikan hingga menimbulkan keprihatinan masyarakat.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Denny Rianto, menjelaskan bahwa terdapat indikasi kuat ikan mengalami penyakit. Beberapa ciri fisik yang ditemukan di antaranya mulut ikan berwarna putih, adanya parasit cacing, serta dugaan perubahan suhu air yang ekstrem.
“Baru saja saya cek, jumlah ikan yang mati sudah di atas 150 ekor sejak hari Rabu. Ini persoalan serius karena belum pernah terjadi kematian massal seperti ini sebelumnya,” ujar Bupati Dian di lokasi.
Petugas teknis juga merekomendasikan penanganan darurat berupa penambahan oksigen melalui pompanisasi air untuk menekan angka kematian ikan. Menindaklanjuti rekomendasi tersebut, Bupati langsung menginstruksikan penambahan pompa air dengan berkoordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
“Langkah cepat harus segera dilakukan. Jangan sampai jumlah ikan yang mati terus bertambah,” tegasnya.
Menurut Bupati, hingga saat ini penyebab pasti kematian ikan masih dalam proses pendalaman. Selain dugaan penyakit dan faktor suhu, kemungkinan lain seperti kolam yang tidak dikuras dalam waktu lama, kualitas air yang menurun, serta kekurangan nutrisi juga menjadi perhatian.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah melaporkan kejadian ini dan mengimbau warga agar tidak ragu menyampaikan informasi jika menemukan persoalan penting di lingkungan sekitar.
“Untuk hal-hal yang krusial dan serius, jangan sungkan melapor. Bisa melalui pesan WhatsApp ke dinas terkait atau camat setempat. Insyaallah akan segera kita tangani,” tuturnya.
Bupati menegaskan bahwa ikan keramat di Balong Cigugur bukan sekadar objek wisata, melainkan simbol sejarah, budaya, dan kebanggaan masyarakat Kuningan.
“Ikan ini adalah bagian dari identitas Kuningan dan tidak ditemukan di daerah lain. Saya sangat sedih dan menyesalkan kejadian seperti ini. Insya Allah langkah-langkah cepat akan segera ditangani,” pungkasnya.***Ading Permana




























