Merancang Kepedulian Sosial Sejak Dini, Dinsos Kota Sukabumi Matangkan Program 2027
Pemerintahan    Selasa 03 Februari 2026    19:57:22 WIBKota Sukabumi – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) sebagai bagian dari tahapan penyusunan rencana kerja tahun 2027. Forum strategis tersebut dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Aula Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Kota Sukabumi, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana.
FPD ini dihadiri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, unsur perangkat daerah terkait, serta para pemangku kepentingan di bidang sosial. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk menyelaraskan program, aspirasi, dan kebutuhan masyarakat dalam bidang kesejahteraan sosial.
Kepala Dinsos Kota Sukabumi, Een Rukmini, menyampaikan bahwa pihaknya telah merancang sejumlah program prioritas yang saat ini berjalan dan akan dilanjutkan pada tahun 2027. Di antaranya keterlibatan dalam penyiapan Pekerja Migran Indonesia (PMI), kelanjutan program Ayeuna Waktuna Berbagi 12 Pas, penurunan angka kemiskinan, serta penerapan program Sekolah Rakyat.
Selain itu, Dinsos juga akan memperkuat penanganan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), khususnya penyandang disabilitas dan lansia terlantar.
“Sejalan dengan program dan inovasi Dinas Sosial, kami ingin mendorong saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik maupun kondisi sosial lainnya agar tetap bisa mengembangkan potensi, salah satunya melalui kegiatan seni. Kami juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas,” ujar Een.
Ia menambahkan, untuk kelompok lansia, Dinsos tengah mengembangkan program peningkatan kepedulian sosial melalui gerakan 1 ASN 1 Lansia, yang nantinya juga akan melibatkan dunia usaha sebagai bentuk tanggung jawab sosial bersama.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan FPD. Ia menegaskan bahwa forum ini merupakan tahapan awal yang krusial dalam menentukan arah pembangunan Kota Sukabumi untuk lima tahun ke depan.
“FPD ini penting agar pembangunan yang kita rancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan hasilnya dapat dirasakan secara langsung,” ungkapnya.
Bobby juga menyoroti upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam menurunkan angka pengangguran terbuka, yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan upaya pengentasan kemiskinan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
“Indeks kemiskinan dan tingkat pengangguran hampir berbanding lurus. Ketika pengangguran turun, maka kemiskinan pun akan ikut menurun,” tegasnya.
Melalui FPD ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap seluruh program sosial yang dirancang ke depan semakin tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.***Dadan Sundana




























