Menyulam Doa dan Syukur di Leuweung Enteung, Refleksi Diri Sambut Ramadan
Daerah    Rabu 18 Februari 2026    05:21:15 WIBKARAWANG – Suasana khidmat menyelimuti Leuweung Enteung, Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Selasa (17/2). Ratusan warga memadati lokasi untuk mengikuti Haul Akbar yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW serta Tarhib Ramadan.
Kegiatan tersebut digelar keluarga besar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karawang, H. Sopian. Momentum religius itu tak sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang perenungan bersama menjelang datangnya bulan suci.
Dalam sambutannya, H. Sopian menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj tahun ini terasa lebih istimewa. Selain sebagai agenda keagamaan, kegiatan itu juga menjadi haul keluarga untuk mendoakan almarhum kedua orang tua dan istrinya yang telah wafat.
“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu mengingat kematian, agar kita terdorong memperbaiki diri. Mari bersama-sama mendoakan almarhum dan almarhumah, semoga diterima iman Islamnya serta mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Tak hanya itu, suasana haru dan syukur juga terasa karena kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan akikah cucu keduanya yang baru lahir dan berjenis kelamin laki-laki. Bagi H. Sopian, perpaduan antara doa untuk yang telah tiada dan rasa syukur atas kelahiran generasi baru menjadi simbol keseimbangan hidup.
“Kebetulan waktunya bertepatan, sehingga kita laksanakan bersamaan. Ini bukan membawa kegiatan kantor ke acara pribadi, tetapi ada perpaduan momen yang baik untuk kita maknai bersama,” jelasnya.
Ia menegaskan, peringatan Isra Mikraj dan Tarhib Ramadan diharapkan semakin menguatkan program-program Kemenag Karawang agar kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat.
Sejumlah program rutin yang terus digulirkan antara lain Kemenag Mengaji, Kamis Mengaji, Jumat Berkah, hingga Jumat Keliling. Melalui program Jumat Keliling, jajaran Kemenag turun langsung ke masjid-masjid di berbagai wilayah sambil menyalurkan bantuan sosial.
“Alhamdulillah program-program ini sudah berjalan dan akan terus kita lanjutkan. Harapannya, Kementerian Agama benar-benar hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, santunan dan berbagai bantuan yang diberikan menjadi bukti bahwa keberadaan institusi keagamaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sosial dan kemanusiaan.
Menutup sambutannya, H. Sopian menyampaikan harapan sederhana namun mendalam: menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Mudah-mudahan apa yang kita canangkan dan programkan membawa kebaikan dan keberkahan,” tutupnya.***Red Emn
























