Mejeng Kesenian Indramayu, Merawat Tradisi Menyemai Generasi
Daerah    Rabu 18 Februari 2026    05:55:05 WIBINDRAMAYU - Riuh tepuk tangan dan sorak kagum warga menyatu dalam suasana hangat di halaman Literasi Kopi Indramayu, yang berada di samping Kantor Baperida Kabupaten Indramayu. Di ruang sederhana namun sarat makna itu, tradisi kembali menemukan panggungnya.
Gelaran Mejeng Kesenian bukan sekadar pertunjukan seni. Ia menjadi ruang temu lintas generasi, tempat Tari Topeng yang penuh filosofi dan Sintren yang sarat magis kembali hidup di hadapan publik, terutama kalangan muda.
Panitia menggandeng berbagai pelaku seni lokal, mulai dari Sanggar Tari Intan Jayani hingga UKM Center Universitas Darul Ma’arif, bersama sejumlah sanggar kesenian lain di Kabupaten Indramayu. Kolaborasi ini menjadi penegas bahwa pelestarian budaya bukan kerja satu-dua pihak, melainkan tanggung jawab bersama.
Ketua Pelaksana, Putri Nikoma, menyebut kegiatan ini sebagai upaya membumikan kembali seni tradisi di tengah generasi milenial dan Gen Z. Menurutnya, budaya daerah tidak boleh sekadar menjadi catatan sejarah, tetapi harus terus hadir dalam denyut kehidupan anak muda.
“Peran aktif generasi muda sangat krusial agar kesenian daerah tetap menjadi identitas kebanggaan masyarakat dan tidak luntur di tengah arus zaman,” ujarnya.
Momentum budaya itu sekaligus menjadi panggung peluncuran resmi ajang pencarian duta daerah, Nok-Nang Dermayu 2026. Tahun ini, panitia menetapkan batas usia peserta minimal 16 tahun dan maksimal 24 tahun. Kebijakan tersebut membuka ruang lebih luas bagi pelajar, mahasiswa, hingga perwakilan instansi untuk tampil sebagai wajah baru Indramayu.
Ketua Paguyuban Noknang Dermayu, Wanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kepengurusan 2025 sekaligus penanda dimulainya kompetisi tahun 2026. Ia mengajak sekolah, universitas, dan instansi di Indramayu untuk mulai mempersiapkan kandidat terbaiknya.
Di tengah arus modernisasi yang kian deras, Mejeng Kesenian menghadirkan pesan sederhana namun kuat: tradisi tidak akan hilang selama generasi mudanya mau menjaga. Dari panggung kecil di sudut kota, semangat besar itu tumbuh merawat warisan, menyemai masa depan.***M. Fikri Rianto
























