Marsya Azani, Suarakan Mimpi Remaja Lewat “TAMASYA”
Daerah    Rabu 18 Februari 2026    05:44:13 WIBINDRAMAYU – Di tengah derasnya arus digital dan tekanan sosial yang kerap membayangi generasi muda, Marsya Azani Zaenuni'am hadir membawa pesan sederhana namun kuat: hilangkan gengsi, tunjukkan aksi.
Perwakilan Kabupaten Indramayu yang menyandang gelar Putri Remaja Duta Pendidikan Jawa Barat itu meluncurkan program advokasi bertajuk “TAMASYA” (Bercerita Bersama Marsya). Bukan sekadar forum dongeng biasa, TAMASYA dirancang sebagai ruang aman antar-remaja untuk saling berbagi pengalaman, membangun kepercayaan diri, sekaligus mengasah keterampilan hidup (life skills).
Bagi Marsya, dunia kompetisi bukan hal baru. Sejak usia 3,5 tahun, ia telah ditempa di panggung hiburan. Pengalaman panjang itu membentuk mental baja sekaligus empati yang kini ia salurkan untuk memberdayakan sesama remaja.
“TAMASYA adalah refleksi perjalanan hidup saya. Saya ingin remaja berani bermimpi tanpa takut dihakimi,” ujar Marsya saat ditemui dalam agenda bersama Diskominfo Kabupaten Indramayu, Senin (16/02/26).
Program ini memiliki dua fokus utama. Pertama, pengembangan bakat dan potensi diri agar remaja mampu mengenali keunggulan masing-masing. Kedua, edukasi serta pendampingan terkait isu kesehatan mental yang kini semakin mengemuka di kalangan generasi muda.
Marsya memahami, tekanan akademik, ekspektasi sosial, hingga perbandingan di media sosial kerap memicu krisis kepercayaan diri. Karena itu, ia juga aktif memanfaatkan Instagram dan TikTok sebagai medium penyebaran konten inspiratif yang dekat dengan bahasa anak muda.
Langkahnya mendapat dukungan penuh dari Aksara Management dan Ema Management. Bersama tim pendukungnya, Marsya ingin memastikan TAMASYA bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan.
“Hilangkan gengsi, tunjukkan sebuah aksi. Untuk remaja Jawa Barat berprestasi. Melalui TAMASYA, saya ingin setiap remaja memiliki kepercayaan diri dan kesehatan mental yang baik untuk memberi warna bagi kehidupannya sendiri,” tegasnya.
Di usia muda, Marsya telah memilih jalan pengabdian yang tak ringan: menjadi suara bagi mereka yang kerap ragu menyuarakan isi hati. Dari Indramayu untuk Jawa Barat, ia membuktikan bahwa prestasi sejati bukan hanya soal piala, tetapi tentang seberapa besar dampak yang mampu ditinggalkan bagi sesamaM***M. Fikri Rianto
























