Semangat Ramadan, Kepala SMPN 2 Jatisari Ajak Wali Kelas Perkuat KBM dan Pendidikan Karakter
Pendidikan    Rabu 18 Februari 2026    18:11:14 WIBKarawang – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana religius mulai terasa di lingkungan SMP Negeri 2 Jatisari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang. Momentum penuh berkah ini tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai kesempatan memperkuat kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
Kepala SMP Negeri 2 Jatisari, Toni Andika, S.Pd., M.M., pada Rabu (18/02), mengajak seluruh wali kelas untuk tetap menjaga ritme dan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama bulan puasa. Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan alasan untuk menurunkan semangat belajar, melainkan saat yang tepat untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengendalian diri kepada siswa.
Dalam keterangannya, Toni Andika menyampaikan bahwa bulan Ramadan sejatinya merupakan madrasah kehidupan yang sarat dengan pelajaran moral dan spiritual. Oleh karena itu, sekolah memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai Ramadan ke dalam proses pembelajaran.
“Ramadan adalah bulan pembentukan karakter. Di sinilah kita melatih kesabaran, kejujuran, dan kedisiplinan. Saya mengajak para wali kelas untuk menjadikan momentum ini sebagai penguat KBM, bukan justru melemahkannya. Siswa tetap harus mendapatkan layanan pendidikan yang optimal, meski dalam suasana berpuasa,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kreativitas guru dalam menyampaikan materi agar tetap menarik dan tidak membebani siswa secara fisik. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang humanis, komunikatif, dan penuh empati sangat dibutuhkan selama Ramadan.
“Kita harus memahami kondisi siswa yang sedang berpuasa. Pola pembelajaran bisa disesuaikan tanpa mengurangi esensi materi. Guru perlu lebih kreatif, misalnya dengan metode diskusi interaktif, refleksi nilai-nilai keagamaan, atau penguatan literasi yang ringan namun bermakna,” tambahnya.
Toni juga mengingatkan bahwa wali kelas memiliki peran sentral dalam menjaga semangat dan kedisiplinan siswa. Ia berharap wali kelas dapat menjadi teladan, sekaligus motivator yang membimbing siswa agar tetap fokus belajar dan menjaga akhlak selama bulan suci.
Menurutnya, peningkatan KBM bukan semata-mata soal capaian akademik, melainkan juga pembinaan karakter. Ia ingin Ramadan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara guru dan siswa, sekaligus membangun suasana sekolah yang religius dan kondusif.
“Kita ingin Ramadan di sekolah ini terasa berbeda. Ada nuansa spiritual yang lebih kuat, ada kebersamaan, ada saling mengingatkan dalam kebaikan. Tapi di saat yang sama, target pembelajaran tetap tercapai dengan baik. Disiplin tidak boleh kendor,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong adanya kegiatan-kegiatan positif selama Ramadan, seperti tadarus bersama, tausiyah singkat sebelum pembelajaran, serta program berbagi yang melibatkan siswa. Hal ini, menurutnya, akan membentuk kepekaan sosial dan memperkaya pengalaman belajar di luar aspek kognitif.
“Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tetapi juga membangun peradaban kecil. Jika sejak SMP anak-anak kita sudah dibiasakan disiplin dan peduli, maka kelak mereka akan menjadi generasi yang kuat secara intelektual dan spiritual,” tuturnya.
Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, Toni Andika berharap seluruh elemen sekolah tetap solid dan menjadikan Ramadan sebagai titik awal peningkatan mutu pendidikan.
Ajakan tersebut disambut positif oleh para wali kelas yang berkomitmen menjaga kualitas KBM selama Ramadan. Dengan semangat kebersamaan, SMP Negeri 2 Jatisari optimistis mampu menghadirkan suasana belajar yang produktif sekaligus religius sepanjang bulan suci.
Ramadan pun tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga ruang pembuktian bahwa semangat belajar dan membangun karakter bisa berjalan seiring dalam harmoni.***Man




























