PHRI Subang Rangkul 68 Duta Sekolah, Menyatukan Energi Muda untuk Kebangkitan Wisata Daerah
Pemerintahan    Rabu 18 Februari 2026    22:35:17 WIBSUBANG – Upaya membangkitkan potensi pariwisata daerah tak bisa lagi bertumpu pada satu sektor semata. Semangat kolaborasi itu terasa kuat saat Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Subang menggelar silaturahmi besar bersama 68 Duta Sekolah tingkat SMA dan sederajat, di Villa Sari Alam Resort, (18/2/2026).
Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang temu wicara, melainkan langkah strategis membangun jembatan antara dunia pendidikan dengan industri pariwisata, perhotelan, dan restoran di Kabupaten Subang. Para duta sekolah diproyeksikan menjadi wajah sekaligus corong promosi generasi muda dalam mengenalkan potensi wisata daerahnya.
Ketua BPC PHRI Subang, Hj. Ratna Setiawan, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak mungkin berjalan sendiri dalam mendorong kemajuan sektor wisata. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.
“Kami perlu mitra sinergis untuk meningkatkan pariwisata, baik dari segi kualitas maupun jumlah kunjungan wisatawan. Harapannya tentu adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. PHRI tidak bisa berjalan sendiri,” tegasnya di hadapan para peserta.
Ratna juga menyoroti masih banyaknya potensi wisata di Subang yang belum tergarap maksimal. Mulai dari destinasi alam, kuliner khas, hingga kekayaan budaya lokal yang memerlukan sentuhan inovasi dan promosi berkelanjutan. Permasalahan di lapangan, kata dia, tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan harus melalui kolaborasi konkret antara pelaku industri, pemerintah, dan generasi muda.
Bekal Industri dan Inovasi Digital
Kegiatan tersebut turut menghadirkan tiga narasumber yang memberikan penguatan materi kepada para duta sekolah. Muhamad Soeroer dari Bidang Organisasi, Keanggotaan, Legalitas & Hubungan Antar Lembaga PHRI Subang memaparkan profil organisasi serta peta jalan pengembangan pariwisata Kabupaten Subang.
Sementara itu, Santi dari Bidang Hotel & Restoran, Cafe & Jasa Boga PHRI Subang memberikan edukasi tentang standar profesionalisme di dunia perhotelan dan jasa boga—mulai dari pelayanan prima hingga etika kerja industri.
Materi ditutup oleh Alfyan Angga Saputra, CEO Tappp & Sumrize, yang memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung efektivitas promosi, manajemen layanan, hingga strategi pemasaran digital di sektor pariwisata.
Pendekatan ini dinilai relevan dengan karakter generasi muda yang akrab dengan teknologi. Dengan pemahaman digital yang kuat, para Duta Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga agen promosi yang kreatif, adaptif, dan mampu mengemas potensi lokal menjadi daya tarik bernilai ekonomi.
Generasi Muda sebagai Mitra Strategis
Silaturahmi besar ini menjadi penanda bahwa pembangunan pariwisata tidak lagi bersifat eksklusif. Dunia pendidikan kini diposisikan sebagai mitra strategis dalam ekosistem industri. Para Duta Sekolah bukan hanya representasi sekolah masing-masing, tetapi juga representasi harapan baru bagi kemajuan Subang.
Melalui sinergi ini, PHRI Subang berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan yang mampu meningkatkan daya saing destinasi, memperkuat citra daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.
Di tengah tantangan global dan persaingan destinasi yang kian ketat, langkah merangkul generasi muda menjadi strategi visioner-bahwa masa depan pariwisata Subang tidak hanya ditentukan oleh keindahan alamnya, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusianya.***Red Ahas




























