Bekasi Perkuat Sinergi Amankan Mudik Lebaran, Operasi Ketupat Jaya 2026 Siap Digelar
POLRI    Rabu 11 Maret 2026    06:41:23 WIBCIKARANG UTARA – Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat sinergi dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral persiapan Operasi Ketupat Jaya 2026 yang digelar di Gedung Promoter Polres Metro Bekasi, Selasa (10/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni, serta perwakilan TNI, Polri dan sejumlah perangkat daerah. Pertemuan ini bertujuan memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Idulfitri agar berjalan aman, tertib, dan lancar.
Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor, mengingat Kabupaten Bekasi merupakan wilayah strategis yang menjadi jalur perlintasan pemudik. Selain sebagai daerah penyangga ibu kota, Bekasi juga dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Menurut Asep, Kabupaten Bekasi memiliki sekitar 7.800 perusahaan serta jumlah penduduk mencapai 3,4 juta jiwa. Kondisi tersebut menjadikan wilayah ini memiliki mobilitas masyarakat yang sangat tinggi, terutama saat momentum mudik Lebaran.
“Kabupaten Bekasi merupakan penyangga ibu kota sekaligus kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Wilayah ini juga menjadi jalur mudik karena dilintasi jalan nasional hingga Tol Jakarta–Cikampek, sehingga perlu koordinasi lintas sektor agar situasi tetap tertib, aman, dan kondusif,” ujar Asep.
Ia menambahkan, sebagian besar penduduk Kabupaten Bekasi merupakan pendatang. Saat musim mudik, banyak kawasan perumahan yang ditinggalkan penghuninya sehingga membutuhkan penguatan pengamanan lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, kata Asep, berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026 melalui keterlibatan berbagai perangkat daerah. Dinas Perhubungan akan memperkuat pengaturan lalu lintas, sementara perangkat daerah lainnya menyiapkan langkah antisipasi di berbagai sektor.
Dinas Sumber Daya Air diminta memperbaiki jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, sedangkan Dinas Kesehatan diminta menyiapkan layanan kesehatan serta ketersediaan obat-obatan darurat di jalur mudik.
“Obat-obat emergensi harus lengkap, termasuk penanganan awal bagi korban kecelakaan di jalur utama. Tenaga medis yang kompeten juga harus disiapkan di titik-titik pelayanan,” tegasnya.
Selain itu, Satpol PP juga diminta meningkatkan penertiban di kawasan pasar dan pusat keramaian agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas, khususnya di titik yang sering menjadi tempat singgah pemudik.
Pemkab Bekasi juga akan mengantisipasi potensi bencana serta memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
“Sinergi dan kolaborasi yang solid antara Polri, TNI, pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama arus mudik maupun arus balik,” kata Asep.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menegaskan bahwa Operasi Ketupat Jaya merupakan operasi kemanusiaan yang digelar setiap tahun guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta perayaan Idulfitri.
Menurutnya, keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada koordinasi dan solidaritas seluruh pemangku kepentingan.
“Operasi Ketupat Jaya 2026 seperti tahun-tahun sebelumnya merupakan operasi kemanusiaan yang membutuhkan koordinasi dan solidaritas seluruh stakeholder terkait untuk mendukung kelancaran serta keberhasilan pengamanan Hari Raya Idulfitri dan arus mudik masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah potensi kerawanan juga menjadi perhatian, salah satunya terkait ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM) menjelang arus mudik. Meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran diperkirakan akan berdampak pada lonjakan konsumsi BBM.
“Situasi ini tentunya memerlukan pengamanan yang signifikan dari seluruh pihak agar Kabupaten Bekasi tetap aman dan kondusif,” kata Sumarni.
Operasi Ketupat 2026 sendiri direncanakan berlangsung pada pertengahan hingga akhir Maret 2026 sebagai bagian dari upaya pengamanan nasional selama periode mudik dan perayaan Idulfitri.***Samsudin
























