Ayep Zaki Lantik Puluhan Pejabat, Tekankan Integritas dan Pelayanan untuk Warga Sukabumi
Pemerintahan    Rabu 11 Maret 2026    06:13:40 WIBKOTA SUKABUMI - Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki melantik puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi dalam upaya memperkuat kinerja pemerintahan dan pelayanan publik. Pelantikan tersebut berlangsung di Balai Kota Sukabumi, Selasa (10/3/2026).
Dalam prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan itu, Ayep Zaki melantik empat pejabat administrator, 16 pejabat fungsional, 18 pejabat pengawas, serta lima Pegawai Negeri Sipil (PNS) lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).
Dalam sambutannya, Ayep menegaskan bahwa rotasi dan pelantikan jabatan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengakselerasi kinerja perangkat daerah sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah jabatan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan kompetensi.
“Setiap jabatan yang diemban adalah amanah yang harus diperjuangkan dengan sebaik-baiknya, dengan mengutamakan pelayanan yang berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ayep.
Beberapa pejabat yang dilantik di antaranya Fitrya Kusnaningsih sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Dini Maryani sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Ajid Ibrahim yang dipercaya menjabat sebagai Lurah Sindangsari.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi Taufik Hidayah mengatakan bahwa proses pelantikan dilakukan melalui sejumlah pertimbangan, terutama terkait kompetensi aparatur.
Menurutnya, dalam manajemen talenta, pemerintah daerah menilai pegawai berdasarkan dua aspek utama, yakni potensi dan kinerja.
“Ya aspek kompetensi dilihat. Kalau kita berbicara manajemen talenta kan ada sumbu potensi dan kinerja,” jelasnya usai acara pelantikan.
Taufik menambahkan, sebagian pelantikan juga dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal. Salah satunya jabatan lurah yang sebelumnya kosong karena pejabat sebelumnya meninggal dunia.
“Ada kekosongan jabatan lurah karena pejabat sebelumnya meninggal dunia, kemudian diisi sekarang oleh pejabat baru. Ini merupakan salah satu langkah strategis sebab posisi jabatan lurah itu representasi kepala daerah, jadi jangan sampai kosong,” tandasnya.***Dadan Sundana
























