Serunya Gobyag Lauk di Situ Arja, Warga Kuningan Turun ke Air Sambut Lebaran
Daerah    Minggu 15 Maret 2026    03:36:43 WIBKUNINGAN – Kegembiraan warga tumpah di perairan Situ Arja, Kelurahan Cirendang, Kabupaten Kuningan, Sabtu (14/3/2026). Ratusan masyarakat turun langsung ke dalam situ untuk mengikuti pesta rakyat Gobyag Lauk, sebuah tradisi menangkap ikan bersama yang digelar menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sejak pagi, area situ sudah dipadati warga dari berbagai kalangan. Dengan penuh semangat mereka menyusuri perairan, berlomba menangkap ikan yang sebelumnya telah ditebar. Suasana riuh oleh gelak tawa, sorak sorai, dan canda warga yang menikmati momen kebersamaan tersebut.
Tradisi Gobyag Lauk bukan sekadar kegiatan mencari ikan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat. Warga saling berinteraksi, bercengkerama, dan merasakan kegembiraan kolektif yang jarang ditemui di tengah rutinitas sehari-hari.
Deni, salah seorang warga Cirendang, mengaku senang karena tradisi tersebut kembali digelar menjelang Lebaran.
“Seru sekali. Apalagi menjelang Lebaran bisa kumpul bareng warga, turun ke situ sambil mencari ikan. Yang penting kebersamaannya, suasananya ramai dan penuh kegembiraan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sri, warga lainnya yang datang bersama keluarganya. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi hiburan rakyat yang sederhana namun sarat makna kebersamaan.
“Biasanya semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Di acara seperti ini bisa ketemu, saling sapa, dan anak-anak juga ikut senang,” katanya.
Kemeriahan pesta rakyat tersebut turut dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Sri Laelasari, Ketua TP PKK Kuningan, serta unsur pemerintah daerah yang menyaksikan langsung antusiasme masyarakat.
Bupati Dian mengatakan, Gobyag Lauk tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus memberikan manfaat bagi warga.
Menurutnya, ikan yang ditangkap masyarakat merupakan hasil penebaran benih melalui program Pasukan Paus, yang sebelumnya dilakukan di sejumlah perairan umum seperti situ dan sungai di wilayah Kuningan.
“Situ ini merupakan salah satu perairan yang kondisinya masih terjaga. Lingkungannya rindang dan aksesnya mudah. Ke depan kita berharap dapat terus dikembangkan menjadi salah satu destinasi unggulan,” ujar Dian.
Ia menambahkan, ketika masyarakat mampu menjaga alam dengan baik, maka alam pun akan memberikan manfaat bagi kehidupan.
Selain menjadi tradisi turun-temurun, Gobyag Lauk juga dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pengembangan wisata berbasis perairan serta menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Pemerintah daerah pun berharap tradisi pesta rakyat seperti ini terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan sosial dan budaya sekaligus potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Kuningan.***Ading Permana
























