Senyum Anak Yatim di Bandorasa Kulon Cilimus, Ramadan Menguatkan Kebersamaan
Pemerintahan    Minggu 15 Maret 2026    03:45:41 WIBKUNINGAN - Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di halaman Masjid Baiturrohman, Desa Bandorasa Kulon, Kecamatan Cilimus, Sabtu (14/3/2026). Ratusan warga berkumpul dalam kegiatan Gebyar Santunan Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Yayasan Baiturrahman, sebuah momentum berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di bulan suci.
Kegiatan yang mengusung tema “Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim, Senyum Anak Yatim Senyum Surga Kita Semua” itu dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta para donatur yang selama ini mendukung kegiatan sosial yayasan.
Sejak awal acara, suasana kebersamaan begitu terasa. Anak-anak yatim duduk rapi bersama warga, menerima perhatian dan kasih sayang dari masyarakat yang hadir. Bagi mereka, santunan tersebut bukan sekadar bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian yang menghangatkan hati.
Ketua pelaksana kegiatan yang juga Ketua Yayasan Rumah Yatim Baiturrahman, Abdullah Syukron, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan santunan yang telah menjadi agenda rutin setiap Ramadan.
Menurutnya, kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan masyarakat dan dukungan para donatur yang secara konsisten membantu berbagai program sosial yayasan.
“Ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kepala Desa Bandorasa Kulon, Nana Sugiana, menuturkan bahwa tradisi santunan anak yatim di desanya telah berlangsung sejak lama dan tumbuh dari semangat gotong royong warga.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu tradisi sosial yang selalu dinantikan masyarakat setiap bulan Ramadan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi cahaya kebaikan bagi masyarakat Desa Bandorasa Kulon serta membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Baiturrahman dan masyarakat yang terus menjaga tradisi berbagi kepada sesama.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan empati terhadap sesama.
“Bulan Ramadan mengajarkan kita untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat rasa empati terhadap sesama. Santunan kepada anak-anak yatim menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya tentang fisik, tetapi juga tentang membangun kepedulian dan kasih sayang di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memberi motivasi kepada anak-anak yatim agar tetap semangat meraih cita-cita.
“Anak-anakku sekalian jangan pernah merasa sendiri. Pemerintah dan masyarakat akan selalu hadir untuk mendukung dan mendoakan kalian agar meraih masa depan yang lebih baik,” ucapnya.
Di akhir kegiatan, senyum anak-anak yatim tampak merekah. Di tengah sederhana suasana desa, Ramadan kembali menghadirkan pesan yang sama: kebahagiaan seringkali lahir dari kepedulian yang dibagikan bersama.***Ading Permana
























