Media Bukan Sekadar Cepat, Tapi Harus Berimbang
Pemerintahan    Minggu 15 Maret 2026    03:25:49 WIBKUNINGAN - Di tengah derasnya arus informasi digital, peran media tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga berimbang dalam menyampaikan berita kepada publik.
Pesan itu disampaikan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan, Nana Suhendra, saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Cikalpedia bertema “Tumbuh dan Berpengaruh” di Hotel Grand Cordela Kuningan, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Nana, perkembangan media di Kabupaten Kuningan dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat. Data Diskominfo mencatat, saat ini terdapat sekitar 100 media online yang aktif, di samping sekitar 10 media cetak yang masih bertahan dan terus beroperasi.
Namun, ia menegaskan bahwa kekuatan media tidak semata diukur dari jumlah berita yang diproduksi atau banyaknya pembaca.
“Yang paling penting adalah integritas dan keseimbangan dalam pemberitaan. Media memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang utuh kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia mencontohkan, ketika media memberitakan persoalan publik seperti jalan rusak, maka penting pula menyampaikan perkembangan setelah persoalan tersebut ditangani.
“Kalau ada jalan rusak diberitakan, ketika sudah diperbaiki juga harus disampaikan. Informasi yang berimbang membuat masyarakat memahami persoalan secara utuh,” kata Nana.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya literasi jurnalistik bagi para narasumber. Jika terdapat informasi yang dinilai tidak sesuai, narasumber memiliki hak untuk melakukan klarifikasi melalui mekanisme hak jawab maupun hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Nana turut menyampaikan apresiasi kepada insan media atas sinergi yang selama ini terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah melalui publikasi informasi kepada masyarakat.
Terkait Rapat Kerja Cikalpedia, Nana menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi ruang refleksi bagi media untuk mengevaluasi diri sekaligus merumuskan langkah ke depan.
“Rapat kerja ini seperti ritual untuk melihat ke dalam diri organisasi. Kita menilai apa yang sudah dilakukan, lalu menentukan langkah agar ke depan tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu memberi pengaruh, sebagaimana tema yang diusung,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Cikalpedia, Ali, menegaskan bahwa rapat kerja tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat arah dan visi media yang dipimpinnya.
Menurutnya, di era banjir informasi saat ini, mendirikan media mungkin tidak sulit. Namun membangun media yang dipercaya publik membutuhkan konsistensi, integritas, dan kualitas karya jurnalistik.
“Tujuan kami bukan sekadar menjadi media yang banyak dibaca, tetapi menjadi media yang didengar, diperhitungkan, dan dipercaya. Pengaruh lahir dari konsistensi, keberanian, dan kualitas dalam setiap karya jurnalistik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, rapat kerja tersebut juga menjadi ruang bagi seluruh tim redaksi dan pengelola media untuk bertukar gagasan, memperkuat sistem kerja, serta merumuskan strategi agar Cikalpedia dapat menghadirkan konten yang lebih bermakna dan berdampak bagi masyarakat.
Selain diikuti jajaran redaksi, tim konten, dan pengelola media, kegiatan juga diisi dengan santunan kepada anak yatim serta buka puasa bersama. Suasana kebersamaan terasa hangat, sejalan dengan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.***Ading Permana
























