Langkah Serius Karawang, Gizi Lokal dan Imunisasi Jadi Kunci Lawan Stunting
Pemerintahan    Kamis 09 April 2026    17:49:22 WIBKarawang - Pemerintah Kabupaten Karawang memperkuat langkah nyata dalam menekan angka stunting melalui pendekatan terintegrasi yang menyasar langsung kelompok rentan. Upaya tersebut ditandai dengan peluncuran program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal serta Gebyar Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 yang dibuka Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini dipusatkan di Posyandu Melati, Desa Gintungkerja, Kecamatan Klari, dengan fokus pada ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita dengan masalah gizi. Intervensi dilakukan sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan stunting yang menjadi prioritas daerah.
Pemkab Karawang menargetkan prevalensi stunting turun signifikan, sejalan dengan target Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menekan angka hingga 5 persen pada 2026. Saat ini, angka stunting di Karawang tercatat masih berada di kisaran 17,6 persen dan ditargetkan turun menjadi 14,08 persen dalam waktu dekat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menegaskan, program PMT tidak hanya berorientasi pada peningkatan berat badan, tetapi juga memperbaiki status gizi secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Pendekatan berbasis pangan lokal ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan ibu dan anak, sekaligus memberdayakan potensi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Wakil Bupati H. Maslani dalam arahannya menekankan pentingnya intervensi berbasis data dan tepat sasaran. Ia mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak boleh bersifat seremonial, melainkan harus menyentuh langsung kelompok yang membutuhkan.
“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut masa depan generasi Karawang. Program harus terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain penguatan asupan gizi, momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026 juga dimanfaatkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya pencegahan penyakit yang berpotensi memperburuk kondisi gizi anak.
Dalam pelaksanaannya, program percepatan penurunan stunting melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga pemerintah desa. Posyandu menjadi ujung tombak dalam deteksi dini dan intervensi terhadap balita berisiko stunting.
Melalui sinergi lintas sektor dan pendekatan berkelanjutan, Pemkab Karawang optimistis mampu menurunkan angka stunting secara signifikan. Lebih dari itu, langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Jika dilakukan dengan serius dan tepat sasaran, Karawang tidak hanya mampu mencapai target, tetapi juga melahirkan generasi emas di masa depan,” pungkas Maslani.***Red Man
























