Menjaring Pemimpin Terbaik, 12 ASN Kuningan Masuk Tiga Besar JPT Pratama
Pemerintahan    Minggu 26 April 2026    21:14:26 WIBKUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan menuntaskan tahapan penting dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dengan menetapkan 12 aparatur sipil negara (ASN) terbaik sebagai tiga besar pada masing-masing jabatan yang diperebutkan.
Seleksi yang berlangsung ketat ini merupakan bagian dari penerapan sistem manajemen talenta berbasis merit, yang menekankan pada kompetensi, kinerja, dan potensi sebagai dasar utama penempatan jabatan.
Ketua Komite Manajemen Talenta ASN Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, menjelaskan bahwa hasil akhir diperoleh melalui penggabungan nilai talenta sebesar 70 persen dan uji kompetensi teknis sebesar 30 persen.
“Seluruh tahapan dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel, untuk memastikan terpilihnya ASN yang benar-benar memiliki kapasitas terbaik,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Proses seleksi mencakup dua tahapan utama, yakni penulisan makalah dan wawancara. Ujian makalah diikuti 65 peserta pada 21 April 2026, sementara wawancara yang digelar 23–24 April diikuti 62 peserta.
Dari rangkaian tersebut, ditetapkan tiga kandidat terbaik untuk masing-masing jabatan. Untuk posisi Kepala Dinas Sosial, tiga nama yang lolos adalah Ence Hadiat Rohanda, Indra Nugraha Ishak, dan Tatiek Ratna Mustika.
Pada jabatan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, tiga besar diisi Aries Susandi, Dodi Sudiana, dan Ria Apriani.
Sementara itu, untuk Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), kandidat terpilih adalah Deni Hamdani, Rangga Apriatna, dan Yono Rahmansah.
Adapun untuk posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPA), tiga besar terdiri dari Apip Ropi’i, Eva Maya, dan Rusmiadi.
Ke-12 nama tersebut selanjutnya akan diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna memperoleh rekomendasi. Setelah itu, Pejabat Pembina Kepegawaian akan menetapkan satu kandidat terbaik untuk setiap jabatan yang tersedia.
Sekretaris Komite Manajemen Talenta ASN, Beni Prihayatno, menambahkan bahwa sistem manajemen talenta yang diterapkan merupakan langkah strategis dalam membangun birokrasi yang profesional dan berkelanjutan.
Melalui aplikasi GEMILANG, penilaian talenta dilakukan dengan komposisi potensi 60 persen dan kinerja 40 persen. Dari pemetaan yang dilakukan, terdapat 67 ASN yang masuk kategori suksesor unggulan.
“Setiap peserta diberi kebebasan memilih jabatan target sesuai minat dan kompetensinya, sehingga proses seleksi menjadi lebih terarah dan berbasis kebutuhan organisasi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, untuk menjaga independensi, proses penilaian melibatkan unsur eksternal dari kalangan akademisi dan pemerintah provinsi.
Dengan mekanisme ini, Pemkab Kuningan berharap dapat melahirkan pemimpin birokrasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif dalam menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.***Red-Ading Permana




























