Sekolah sebagai Rumah Kedua, Bekasi Teguhkan Komitmen Bangun Generasi Berkarakter
Pendidikan    Sabtu 02 Mei 2026    16:51:19 WIBTAMBUN SELATAN - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Bekasi tidak sekadar seremoni tahunan. Momentum ini dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menegaskan arah kebijakan pendidikan: membangun sumber daya manusia unggul yang berakar pada karakter dan akses pendidikan yang merata.
Upacara yang digelar di SMPN 1 Tambun Selatan, Sabtu (2/5/2026), menjadi ruang refleksi bersama tentang peran sekolah sebagai “rumah kedua” bagi para siswa. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samasudin, menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus membangun relasi yang hangat antara guru dan peserta didik.
“Sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa aman dan dihargai. Dari situlah karakter terbentuk, dimulai dari sikap hormat kepada orang tua dan guru,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan SDM unggul tidak bisa dilepaskan dari fondasi pendidikan dasar dan menengah. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Negara ingin mencetak generasi unggul, dan itu dimulai dari pendidikan sejak dini. Pemerintah hadir untuk memastikan akses tersebut terbuka bagi semua,” katanya.
Namun demikian, tantangan di sektor pendidikan masih ada. Endin menyoroti pentingnya penguatan mental dan moral siswa sebagai pekerjaan rumah bersama. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, hingga aparat penegak hukum, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan kondusif.
“Kita tidak ingin anak-anak terpapar hal-hal negatif. Pembentukan karakter harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturohman, menaruh harapan besar pada implementasi program prioritas nasional di daerah. Ia menyebut digitalisasi pembelajaran dan perbaikan sarana-prasarana sebagai langkah strategis untuk mendorong kualitas pendidikan.
“Transformasi pendidikan harus berjalan seiring, baik dari sisi teknologi maupun fasilitas. Ini penting agar sekolah kita semakin maju dan adaptif,” ungkapnya.
Imam juga menyoroti aspirasi para guru, khususnya terkait kesejahteraan dan kepastian status kepegawaian. Ia berharap pemerintah ke depan dapat membuka lebih banyak formasi aparatur sipil negara, sekaligus memperkuat dukungan terhadap guru honorer dan P3K.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Kesejahteraan dan kepastian status mereka perlu terus diperhatikan,” katanya.
Di tengah berbagai upaya tersebut, ia mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bekasi menunjukkan tren positif, seiring meningkatnya kualitas pendidikan.
“Rapor pendidikan kita terus membaik. Ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Imam menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut berperan aktif dalam memajukan pendidikan.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi semua,” pungkasnya.***Red-Sam
























