Habbina
Ribuan Mata Tertuju ke Langit Purwakarta, Festival Layangan Freestyle Satukan Hobi, Sportivitas, dan Persaudaraan
0 Komentar 181 pembaca

Ribuan Mata Tertuju ke Langit Purwakarta, Festival Layangan Freestyle Satukan Hobi, Sportivitas, dan Persaudaraan

Hiburan

PURWAKARTA – Langit Kabupaten Purwakarta dipenuhi warna-warni layangan saat ratusan pehobi dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul dalam Festival Layangan Freestyle yang digelar di lapangan terbuka kawasan industri JISC, Kecamatan Babakancikao, Sabtu (18/7/2026). Ajang yang berlangsung selama dua hari ini tidak sekadar menjadi kompetisi adu ketangkasan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan komunitas layangan dari berbagai daerah.
Sebanyak 256 peserta ambil bagian dalam festival tersebut. Mereka datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, hingga berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Masing-masing membawa kemampuan terbaik untuk menaklukkan lawan melalui teknik freestyle yang membutuhkan keahlian tinggi dalam mengendalikan layangan di tengah perubahan arah angin yang sulit diprediksi.
Sorak-sorai penonton mengiringi setiap pertandingan. Layangan yang saling beradu di angkasa menghadirkan tontonan menarik, sementara para peserta dituntut tetap tenang dalam mengambil keputusan. Dalam olahraga tradisional ini, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kualitas layangan, tetapi juga kemampuan membaca karakter angin, strategi, serta kecepatan mengambil tindakan pada momen yang tepat.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Regina Mulya Dwi Yanti. Di tengah dominasi peserta pria, Regina mampu menunjukkan kemampuan luar biasa dengan menumbangkan sejumlah lawannya. Ia mengaku sebelumnya tidak pernah benar-benar menekuni permainan layangan, namun pengalaman mengikuti festival justru memberinya kepercayaan diri untuk bersaing.
"Awalnya saya tidak pernah serius bermain layangan. Tetapi di festival ini saya justru bisa mengalahkan beberapa lawan. Tantangan terbesarnya adalah membaca arah angin yang berubah-ubah," ujarnya.
Semangat yang sama juga ditunjukkan Nuryana, peserta asal Karawang. Baginya, bermain layangan bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari kenangan masa kecil yang terus dipelihara hingga sekarang. Ia menilai daya tarik utama olahraga ini terletak pada strategi serta kepuasan saat berhasil mengalahkan layangan lawan dalam pertandingan.
"Keseruannya itu saat berhasil menaklukkan layangan lawan. Ada kepuasan tersendiri ketika strategi yang kita siapkan berjalan dengan baik," kata Nuryana.
Ketua Pelangi Jabar, Mulyana, menjelaskan bahwa festival tahun ini menggunakan kategori kelas 53–58 dengan sistem pertandingan freestyle. Setiap peserta harus mengumpulkan dua poin kemenangan untuk dapat melaju ke babak berikutnya hingga mencapai semifinal dan final.
Menurutnya, festival ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan permainan tradisional yang memiliki nilai budaya sekaligus mampu menarik minat generasi muda. Antusiasme peserta dari berbagai provinsi menjadi bukti bahwa olahraga layangan masih memiliki tempat di hati masyarakat Indonesia.
Melalui festival ini, Purwakarta kembali menunjukkan diri sebagai daerah yang mampu menghadirkan ruang bagi pelestarian budaya, sportivitas, dan kebersamaan. Di balik adu strategi di angkasa, tersimpan semangat persaudaraan yang menghubungkan para pecinta layangan dari berbagai daerah dalam satu tujuan, yakni menjaga tradisi agar tetap hidup dan terus berkembang di tengah arus modernisasi.***Red-Ags

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top