Habbina
Rebo Nyunda di SMK Tri Mitra, Menjaga Bahasa Ibu dan Menumbuhkan Karakter Generasi Muda
0 Komentar 193 pembaca

Rebo Nyunda di SMK Tri Mitra, Menjaga Bahasa Ibu dan Menumbuhkan Karakter Generasi Muda

Pendidikan

Karawang – Upaya melestarikan bahasa dan budaya daerah terus ditanamkan SMK Tri Mitra Kotabaru Karawang melalui program Rebo Nyunda, sebuah kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan setiap hari Rabu. Program ini menjadi bagian dari budaya sekolah yang mendorong seluruh peserta didik menggunakan bahasa Sunda dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang diawali dengan apel pagi pada Rabu (29/7/2026) tersebut berlangsung penuh semangat. Para siswa tampil secara bergilir sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk menyampaikan berbagai materi berbahasa Sunda, mulai dari bimantara (pidato), carpon (cerita pendek Sunda), sajak Sunda, hingga berbagai bentuk karya sastra dan budaya lainnya. Penampilan para siswa menjadi ruang belajar sekaligus wadah menumbuhkan rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa daerah.
Program Rebo Nyunda tidak sekadar menjadi agenda seremonial mingguan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang mengajarkan peserta didik agar mencintai akar budayanya sendiri di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Dengan membiasakan berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda, sekolah berharap para siswa tetap memiliki identitas budaya yang kuat tanpa meninggalkan kemampuan mereka dalam mengikuti perkembangan zaman.
Kepala SMK Tri Mitra, Adi Fitroh Nurtalim, SE., MM, mengatakan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara akademik maupun keterampilan, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, etika, serta kecintaan terhadap budaya lokal.
Menurutnya, bahasa merupakan identitas sebuah bangsa sekaligus jati diri masyarakat. Karena itu, pembiasaan menggunakan bahasa Sunda di lingkungan sekolah menjadi langkah nyata dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup di kalangan generasi muda.
"Melalui Rebo Nyunda kami ingin membangun kebiasaan positif di lingkungan sekolah. Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan penggunaan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap mereka bangga menggunakan bahasa daerah, memahami nilai-nilai kesopanan yang terkandung di dalamnya, serta mampu menjadi generasi yang tetap menghargai budaya leluhur meskipun hidup di era digital," ujar Adi.
Ia menambahkan, berbagai penampilan yang disuguhkan siswa setiap pekan juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum, meningkatkan kreativitas, sekaligus memperluas wawasan mengenai sastra dan budaya Sunda.
"Kami ingin setiap siswa memiliki keberanian tampil, mampu menyampaikan gagasan dengan baik, sekaligus mengenal kekayaan sastra Sunda. Dengan demikian, pembelajaran karakter berjalan berdampingan dengan peningkatan kompetensi komunikasi mereka. Harapannya, kebiasaan ini tidak berhenti di sekolah saja, tetapi terbawa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Tri Mitra, Rendi Kurniawan, S.Pd, menjelaskan bahwa antusiasme siswa terhadap kegiatan Rebo Nyunda terus mengalami peningkatan. Setiap pekan para siswa mempersiapkan materi terbaik untuk ditampilkan di hadapan seluruh warga sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran yang menyenangkan karena siswa dapat belajar sambil berlatih tampil di depan publik menggunakan bahasa daerah.
"Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk karakter peserta didik yang percaya diri, komunikatif, dan tetap memiliki kepedulian terhadap budaya lokal. Anak-anak belajar menghargai bahasa daerah sebagai bagian dari identitas mereka. Selain itu, kegiatan presentasi juga melatih keberanian, kemampuan berbicara, serta tanggung jawab dalam mempersiapkan materi yang akan disampaikan," kata Rendi.
Ia berharap Rebo Nyunda dapat menjadi kebiasaan positif yang terus berkembang sehingga para siswa tidak merasa asing menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.
"Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, kami optimistis peserta didik akan semakin terbiasa menggunakan bahasa Sunda, baik saat berada di sekolah maupun ketika berinteraksi di tengah masyarakat. Pelestarian budaya harus dimulai dari lingkungan pendidikan, karena sekolah merupakan tempat terbaik untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus," pungkasnya.
Melalui program Rebo Nyunda, SMK Tri Mitra menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan kerja, tetapi juga tentang membentuk manusia yang berkarakter, berbudaya, serta memiliki kebanggaan terhadap identitas daerahnya. Di tengah tantangan modernisasi, langkah sederhana seperti membiasakan berbahasa Sunda menjadi ikhtiar nyata dalam menjaga kelestarian budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.***Red-Man

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top