Rebo Nyunda di SMK Tri Mitra, Menjaga Bahasa Ibu dan Menumbuhkan Karakter Generasi Muda
Pendidikan    Rabu 29 Juli 2026    11:21:12 WIB
Program Rebo Nyunda tidak sekadar menjadi agenda seremonial mingguan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang mengajarkan peserta didik agar mencintai akar budayanya sendiri di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Dengan membiasakan berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda, sekolah berharap para siswa tetap memiliki identitas budaya yang kuat tanpa meninggalkan kemampuan mereka dalam mengikuti perkembangan zaman.Kepala SMK Tri Mitra, Adi Fitroh Nurtalim, SE., MM, mengatakan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara akademik maupun keterampilan, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, etika, serta kecintaan terhadap budaya lokal.Menurutnya, bahasa merupakan identitas sebuah bangsa sekaligus jati diri masyarakat. Karena itu, pembiasaan menggunakan bahasa Sunda di lingkungan sekolah menjadi langkah nyata dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup di kalangan generasi muda.
"Melalui Rebo Nyunda kami ingin membangun kebiasaan positif di lingkungan sekolah. Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan penggunaan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap mereka bangga menggunakan bahasa daerah, memahami nilai-nilai kesopanan yang terkandung di dalamnya, serta mampu menjadi generasi yang tetap menghargai budaya leluhur meskipun hidup di era digital," ujar Adi.Ia menambahkan, berbagai penampilan yang disuguhkan siswa setiap pekan juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum, meningkatkan kreativitas, sekaligus memperluas wawasan mengenai sastra dan budaya Sunda."Kami ingin setiap siswa memiliki keberanian tampil, mampu menyampaikan gagasan dengan baik, sekaligus mengenal kekayaan sastra Sunda. Dengan demikian, pembelajaran karakter berjalan berdampingan dengan peningkatan kompetensi komunikasi mereka. Harapannya, kebiasaan ini tidak berhenti di sekolah saja, tetapi terbawa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat," tambahnya.Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Tri Mitra, Rendi Kurniawan, S.Pd, menjelaskan bahwa antusiasme siswa terhadap kegiatan Rebo Nyunda terus mengalami peningkatan. Setiap pekan para siswa mempersiapkan materi terbaik untuk ditampilkan di hadapan seluruh warga sekolah.Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran yang menyenangkan karena siswa dapat belajar sambil berlatih tampil di depan publik menggunakan bahasa daerah."Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk karakter peserta didik yang percaya diri, komunikatif, dan tetap memiliki kepedulian terhadap budaya lokal. Anak-anak belajar menghargai bahasa daerah sebagai bagian dari identitas mereka. Selain itu, kegiatan presentasi juga melatih keberanian, kemampuan berbicara, serta tanggung jawab dalam mempersiapkan materi yang akan disampaikan," kata Rendi.Ia berharap Rebo Nyunda dapat menjadi kebiasaan positif yang terus berkembang sehingga para siswa tidak merasa asing menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari."Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, kami optimistis peserta didik akan semakin terbiasa menggunakan bahasa Sunda, baik saat berada di sekolah maupun ketika berinteraksi di tengah masyarakat. Pelestarian budaya harus dimulai dari lingkungan pendidikan, karena sekolah merupakan tempat terbaik untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus," pungkasnya.Melalui program Rebo Nyunda, SMK Tri Mitra menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan kerja, tetapi juga tentang membentuk manusia yang berkarakter, berbudaya, serta memiliki kebanggaan terhadap identitas daerahnya. Di tengah tantangan modernisasi, langkah sederhana seperti membiasakan berbahasa Sunda menjadi ikhtiar nyata dalam menjaga kelestarian budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.***Red-Man























