Habbina
PPPK Paruh Waktu Akan Dialihkan Jadi Penuh Waktu, Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS
0 Komentar 49 pembaca
Keterangan Poto: Istimewa

PPPK Paruh Waktu Akan Dialihkan Jadi Penuh Waktu, Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS

Pendidikan

JAKARTA – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati sejumlah langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan status dan masa depan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Kesepakatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya, Sufmi Dasco Ahmad. Salah satu keputusan yang mencuat adalah rencana mengalihkan status PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah dan DPR telah memiliki kesepahaman mengenai kebijakan tersebut.
“Alhamdulillah hari ini tadi semua bersepakat dan memiliki kesepahaman untuk PPPK paruh waktu akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu,” ujar Prasetyo dalam keterangan pers.
Tak hanya itu, pemerintah juga membuka peluang bagi guru yang saat ini berstatus PPPK penuh waktu untuk mengikuti proses seleksi menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
“Saudara-saudara kita yang guru berstatus PPPK penuh waktu nanti akan mulai berproses diberi kesempatan menjadi PNS,” katanya.
Pemerintah dan DPR juga menyepakati perubahan status kepegawaian tertentu menjadi pegawai pemerintah pusat. Kebijakan ini, menurut Prasetyo, perlu disiapkan secara matang agar dapat menjawab persoalan PPPK tanpa menimbulkan masalah baru.
“Berkenaan dengan status, kami menyepakati bersama bahwa status kepegawaian akan dipindahkan menjadi pegawai pusat atau pegawai pemerintah pusat,” ujar Prasetyo.
Ia menegaskan, penyelesaian persoalan PPPK tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemerintah harus menghitung kebutuhan secara rinci, mulai dari kebutuhan guru berdasarkan mata pelajaran hingga kemampuan anggaran negara.
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menyebut jumlah PPPK guru saat ini mencapai 955.245 orang. Adapun PPPK paruh waktu yang berprofesi sebagai guru tercatat sebanyak 231.246 orang.
Menurut Rini, pemerintah juga telah memproyeksikan kebutuhan guru secara nasional sebanyak 526.689 formasi. Kebutuhan tersebut mencakup guru untuk Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Garuda.
Khusus PPPK paruh waktu, pemerintah akan memberikan kesempatan untuk beralih menjadi PPPK penuh waktu mulai 2027.
Selain itu, guru yang telah berstatus PPPK juga akan diberi kesempatan mengikuti seleksi PNS yang direncanakan digelar pada awal 2027.
“Kemudian juga nanti akan kita buka untuk kebutuhan proyeksi guru nasional tahun 2026, termasuk di dalamnya adalah untuk kebutuhan Sekolah Rakyat, Sekolah Terintegrasi, dan Sekolah Garuda,” kata Rini.
Dari sisi pembiayaan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan tersebut telah diperhitungkan dari sisi fiskal. Kementerian Keuangan, kata dia, telah melakukan simulasi anggaran untuk pelaksanaan kebijakan PPPK tahun ini maupun tahun-tahun berikutnya.
“Jadi langkah-langkah ini diambil tanpa membahayakan kondisi fiskal kita yang akan tetap dijaga di 2,4 persen defisitnya,” ujar Purbaya.
Ia memastikan kebutuhan anggaran telah dihitung sehingga kebijakan tersebut dapat dijalankan tanpa mengganggu keberlanjutan fiskal negara.
“Jadi kita sudah hitung semua dan ini bisa dilakukan tanpa membahayakan sustainabilitas dari fiskal,” katanya.***Red Bangbang Ep

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top