Habbina
165 Lulusan STAI Dr. KH. EZ Muttaqien Purwakarta Melangkah, Ilmu Diharapkan Menjadi Pengabdian
0 Komentar 197 pembaca

165 Lulusan STAI Dr. KH. EZ Muttaqien Purwakarta Melangkah, Ilmu Diharapkan Menjadi Pengabdian

Pendidikan

PURWAKARTA – Kebahagiaan dan haru berpadu dalam Wisuda Sarjana ke-34 dan Magister ke-9 STAI Dr. KH. EZ Muttaqien Purwakarta. Sebanyak 165 lulusan resmi menuntaskan perjalanan akademiknya dan bersiap memasuki fase baru kehidupan, Sabtu (29/8/2026).
Prosesi wisuda yang berlangsung di Hotel Plaza Purwakarta itu diikuti 15 lulusan program magister dan 150 lulusan program sarjana dari sejumlah program studi.
Yang menarik, dari 165 wisudawan tersebut, sebanyak 159 orang berhasil meraih predikat cumlaude. Capaian itu menjadi gambaran kuat atas budaya akademik yang terus dibangun di lingkungan STAI Dr. KH. EZ Muttaqien.
Namun, bagi para lulusan, wisuda tentu bukan sekadar tentang toga, ijazah, maupun gelar akademik. Di balik prosesi tersebut terdapat perjalanan panjang, perjuangan menyelesaikan tugas, menghadapi berbagai tantangan perkuliahan, hingga akhirnya berdiri di hadapan keluarga dan civitas akademika sebagai seorang sarjana dan magister.
Para lulusan Program Sarjana terdiri atas 65 orang dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), 21 orang Hukum Keluarga Islam (HKI), 13 orang Ekonomi Syariah (EKOS), 20 orang Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 17 orang Pendidikan Bahasa Arab (PBA), serta 14 orang Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Sementara itu, Program Magister meluluskan 15 wisudawan.
Prosesi tersebut turut dihadiri Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzen atau Om Zein, Sekretaris Bidang Kemahasiswaan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Islam (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat Wildan Baihaqi, unsur Forkopimda, jajaran OPD Kabupaten Purwakarta, perwakilan perguruan tinggi se-Kabupaten Purwakarta, organisasi profesi, serta sejumlah organisasi dan lembaga mitra STAI Dr. KH. EZ Muttaqien.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri. Dunia pendidikan membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dunia profesi, serta berbagai pemangku kepentingan agar lulusan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Ketua Panitia Wisuda, Ahmad Arifudin Hilmi, menegaskan bahwa wisuda bukan semata-mata seremoni untuk mengakhiri masa studi.
Lebih dari itu, wisuda menjadi momentum bagi lulusan untuk mulai mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.
Sebab, gelar akademik bukan garis akhir dari proses belajar. Justru setelah wisuda, para lulusan dihadapkan pada tantangan yang lebih luas: bagaimana ilmu pengetahuan, kompetensi, integritas, dan nilai-nilai yang dipelajari dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Semangat tersebut juga tercermin dari capaian mahasiswa STAI Dr. KH. EZ Muttaqien di bidang akademik. Salah satunya melalui keterlibatan mahasiswa sebagai presenter dalam prosiding internasional.
Prestasi itu menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya ditempa untuk memahami teori di ruang kelas, tetapi juga diberi ruang untuk berkiprah dalam forum ilmiah dan berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan.
Wisuda di Tengah Duka Kehilangan Pendiri
Di balik kegembiraan para wisudawan, pelaksanaan wisuda tahun ini juga diselimuti suasana duka.
Civitas akademika STAI Dr. KH. EZ Muttaqien masih merasakan kehilangan sosok Prof. Dr. KH. Sanusi Uwes yang wafat pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 19.40 WIB.
Almarhum merupakan pendiri Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Dr. KH. EZ Muttaqien sekaligus pendiri STAI Dr. KH. EZ Muttaqien dan Universitas Islam Dr. KH. EZ Muttaqien.
Kepergian almarhum hanya berselang beberapa hari sebelum pelaksanaan wisuda. Kondisi tersebut membuat momentum akademik tahun ini memiliki makna yang lebih dalam bagi keluarga besar lembaga pendidikan tersebut.
Wisuda bukan hanya menjadi perayaan keberhasilan para mahasiswa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan panjang seorang tokoh yang telah meletakkan fondasi pendidikan Islam di Purwakarta.
Warisan seorang pendidik pada akhirnya tidak hanya diukur dari bangunan atau institusi yang pernah didirikan. Lebih jauh, warisan itu hidup melalui nilai-nilai, tradisi keilmuan, karakter, serta generasi yang terus melanjutkan perjuangan melalui ilmu dan pengabdian.
Karena itu, Wisuda Sarjana ke-34 dan Magister ke-9 STAI Dr. KH. EZ Muttaqien menjadi lebih dari sekadar catatan bertambahnya jumlah lulusan perguruan tinggi di Purwakarta.
Ada pesan besar yang ikut dibawa oleh 165 wisudawan: bahwa ilmu yang diperoleh selama bertahun-tahun akan menemukan maknanya ketika mampu diubah menjadi karya dan manfaat.
Sebanyak 159 lulusan yang meraih predikat cumlaude tentu patut berbangga atas pencapaian akademiknya. Namun, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah mereka meninggalkan ruang-ruang perkuliahan.
Kini, mereka dituntut membuktikan bahwa prestasi akademik dapat berjalan seiring dengan integritas, profesionalisme, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan.
Mereka membawa gelar sarjana dan magister, tetapi sekaligus membawa harapan keluarga, almamater, dan masyarakat.
Semoga ilmu yang telah diperoleh tidak berhenti di lembar ijazah. Semoga ia menjelma menjadi karya, kompetensi menjadi kontribusi, dan pendidikan menjadi pengabdian nyata bagi agama, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.***Red-M.Ags

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, KARAWANG-Emin Sule, Suryana, Dede Mulyadi. SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim, Yayan Maulana. JAKARTA: Bambang EP.  Sahidin Bagus Irianto BEKASI: Samsudin, M. Subekti. BOGOR:  Abdullah, Jajang Suhendi DEPOK: Rani Oktaviani, Dwi Sapitri. BANTEN: Jajat. Karna Wijaya. BANDUNG: Ayi Herlambang, Danang Ari Wibowo. CIMAHI: Adre Sutisna, Lukman Jaelani. LEBAK: Elsa Firia, Casim Mustopa. BANTEN: Jajat Munajat, Hendro Mulyanto. INDRAMAYU: Fikri Rianto, Dadang Hidayat. CIREBON: Bagustian, Ade Firmansyah. KUNINGAN: Ading Permana, Susanto. MAJALENGKA. Abah Ojo, Abdul Wahab. SUMEDANG: Cece Ruhiyat, Santi Mulyani. TASIKMALAYA: Baden, Karna Mulyana. CIAMIS: Aam Amira, Deden Supriadi. PANGANDARAN: Doni Saputra, Nana Suryana. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana, Nilan Abdul Hadi, GARUT: Sopiyan, Nani Wijaya. CIANJUR: Dede Ruhyana, Amir Mahmud. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan, Winarto. TANGGERANG: Reza Andika, Irma Yulianti. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat. 

 

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top