Mengubah Sampah Menjadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pemerintahan    Kamis 17 September 2026    21:40:26 WIBBOGOR – Harapan untuk mengurangi persoalan sampah di wilayah Bogor Raya mulai menemukan titik terang. Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 resmi dimulai melalui peletakan batu pertama di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9/2026).
Peletakan batu pertama tersebut dihadiri Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada penanganan timbulan sampah, tetapi juga mendorong pemanfaatannya menjadi sumber energi.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah sekitar 1.000 hingga 1.500 ton per hari.
Kapasitas itu diharapkan dapat membantu mengurangi beban sampah yang selama ini dihasilkan masyarakat, baik di wilayah Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor.
“PSEL Bogor Raya 1 ini memiliki kapasitas pengolahan sampah 1.000 sampai 1.500 ton per hari,” ujar Zulkifli Hasan.
Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam menangani persoalan sampah di kawasan Bogor Raya.
Bagi masyarakat, persoalan sampah bukan sekadar urusan tempat pembuangan akhir. Timbulan sampah yang terus bertambah membutuhkan sistem pengelolaan yang mampu bekerja secara berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan dan kehidupan warga.
Karena itu, pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Galuga diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata. Fasilitas ini diharapkan menjadi bagian dari perubahan cara pandang dalam mengelola sampah, dari sekadar dibuang menjadi sesuatu yang dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.
Dengan dimulainya pembangunan tersebut, harapan baru pun tumbuh dari Galuga. Sampah yang setiap hari dihasilkan masyarakat diharapkan tidak lagi hanya menjadi persoalan, tetapi dapat dikelola menjadi energi sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih bagi warga Bogor Raya.***Red-Abdullah























