Habbina
Hujan Diprediksi Meningkat pada November, BPBD Karawang Ingatkan Warga Tetap Hemat Air
0 Komentar 162 pembaca

Hujan Diprediksi Meningkat pada November, BPBD Karawang Ingatkan Warga Tetap Hemat Air

Pemerintahan

KARAWANG – Kabar meningkatnya curah hujan di Jawa Barat pada November 2026 menjadi harapan bagi masyarakat yang masih menghadapi ancaman kekeringan. Namun, di tengah prediksi tersebut, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di wilayah utara Jawa Barat yang diperkirakan masih mengalami curah hujan rendah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi potensi kekurangan air bersih. Pasalnya, peningkatan curah hujan belum tentu langsung memulihkan ketersediaan air di wilayah yang telah mengalami hari tanpa hujan dalam waktu panjang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Karawang, H. Ari Maulana, mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Jawa Barat selama September hingga November 2026 secara umum diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah.
Pada September 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Jawa Barat diperkirakan berkisar 0–50 milimeter per bulan dengan sifat hujan di bawah normal. Memasuki Oktober, curah hujan mulai diprediksi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun masih didominasi kategori rendah.
Sementara itu, pada November 2026, sebagian besar wilayah Jawa Barat diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan dengan kategori menengah, yakni berkisar 100–300 milimeter per bulan. Meski demikian, wilayah utara Jawa Barat masih berpotensi mengalami curah hujan rendah.
“Perbedaan kondisi curah hujan tersebut membuat upaya antisipasi kekeringan tetap diperlukan. Peningkatan curah hujan yang diprediksi terjadi pada November belum tentu langsung mengatasi kekurangan air di wilayah yang mengalami hari tanpa hujan berkepanjangan,” ujar Ari, Rabu (21/10).
Menurutnya, potensi kekeringan perlu diantisipasi sejak dini, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan sumber air. Pemerintah daerah bersama masyarakat perlu memastikan ketersediaan air tetap terjaga agar kebutuhan sehari-hari warga tidak terganggu.
Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air melalui pemantauan ketersediaan air baku serta pemanfaatan waduk, embung, situ, dan sumber air lainnya.
Upaya tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan air bersih apabila curah hujan belum merata di seluruh wilayah, meskipun secara umum terjadi peningkatan hujan pada November.
Selain kebutuhan rumah tangga, sektor pertanian juga perlu mendapat perhatian. Para petani diimbau menyesuaikan pola dan jadwal tanam dengan kondisi ketersediaan air serta informasi prakiraan iklim agar risiko kerugian akibat perubahan cuaca dapat ditekan.
BPBD juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Pemantauan kawasan rawan serta kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran perlu diperkuat selama kondisi kering masih berpotensi terjadi.
Di sisi lain, koordinasi antara perangkat daerah dan pemerintah kabupaten/kota menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kondisi iklim. Langkah tersebut diperlukan untuk menyusun rencana kontingensi, memantau perkembangan cuaca, serta memastikan upaya penanganan kekeringan dapat dilakukan secara terkoordinasi.
Ari turut mengimbau masyarakat agar memanfaatkan informasi prakiraan iklim dan peringatan dini BMKG sebagai acuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya selama periode peralihan kondisi cuaca tersebut.
Masyarakat juga diharapkan membiasakan penggunaan air secara bijak dan menghindari pemborosan, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air bersih.
Meski hujan diprediksi meningkat pada November, ancaman kekeringan belum sepenuhnya dapat dikesampingkan. Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan air bersih, melindungi sektor pertanian, serta meminimalkan dampak musim kemarau di Kabupaten Karawang.***Suryana

Author

Editor Tarman Suherman
Profil Editor Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, KARAWANG-Emin Sule, Suryana, Dede Mulyadi. SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim, Yayan Maulana. JAKARTA: Bambang EP.  Sahidin Bagus Irianto BEKASI: Samsudin, M. Subekti. BOGOR:  Abdullah, Jajang Suhendi DEPOK: Rani Oktaviani, Dwi Sapitri. BANTEN: Jajat. Karna Wijaya. BANDUNG: Ayi Herlambang, Danang Ari Wibowo. CIMAHI: Adre Sutisna, Lukman Jaelani. LEBAK: Elsa Fitria, Casim Mustopa. BANTEN: Jajat Munajat, Hendro Mulyanto. INDRAMAYU: Fikri Rianto, Dadang Hidayat. CIREBON: Bagustian, Ade Firmansyah. KUNINGAN: Ading Permana, Susanto. MAJALENGKA. Abah Ojo, Abdul Wahab. SUMEDANG: Cece Ruhiyat, Santi Mulyani. TASIKMALAYA: Baden, Karna Mulyana. CIAMIS: Aam Amira, Deden Supriadi. PANGANDARAN: Doni Saputra, Nana Suryana. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana, Nilan Abdul Hadi, GARUT: Sopiyan, Nani Wijaya. CIANJUR: Dede Ruhyana, Amir Mahmud. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan, Winarto. TANGGERANG: Reza Andika, Irma Yulianti. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat. 

 

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top