Habbina
Tak Lagi Menempuh 2 Kilometer Demi Air Bersih, Sumur Bor TMMD Hadirkan Harapan bagi 60 KK dan Siswa SDN Cikole
0 Komentar 137 pembaca

Tak Lagi Menempuh 2 Kilometer Demi Air Bersih, Sumur Bor TMMD Hadirkan Harapan bagi 60 KK dan Siswa SDN Cikole

Pemerintahan

SUKABUMI – Bagi warga Kampung Cikiara Kebun, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, mendapatkan air bersih dahulu bukan perkara mudah. Saat membutuhkan air untuk memasak, mencuci, hingga keperluan mandi dan sanitasi, warga harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer menuju sungai.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan ketika musim kemarau berkepanjangan. Waktu dan tenaga harus dikeluarkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Kini, kesulitan itu perlahan teratasi. Pembangunan sumur bor melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi menghadirkan sumber air bersih yang manfaatnya dirasakan sekitar 60 kepala keluarga (KK), sekaligus warga sekolah SDN Cikole.
Sumur bor yang dibangun di Kampung Cikiara Kebun, RT 01/RW 11, Desa Mekarjaya, tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih. Kehadirannya bukan sekadar menambah fasilitas umum, melainkan juga membantu meringankan beban warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Bagi masyarakat setempat, tersedianya air bersih di lingkungan mereka merupakan perubahan berarti. Waktu yang sebelumnya habis untuk mengambil air kini dapat digunakan untuk kegiatan lain yang lebih produktif.
Tokoh masyarakat Kampung Cikiara Kebun, Bambang Sujana, mengaku bersyukur atas pembangunan sumur bor melalui program TMMD tersebut.
Menurutnya, keberadaan sumber air yang lebih dekat sangat membantu masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, terutama ketika musim kemarau membuat warga kesulitan memperoleh air.
"Dengan adanya sumur bor ini, warga kami tidak lagi kesulitan mendapatkan air. Kebutuhan mencuci, memasak, hingga penggunaan MCK di setiap rumah kini lebih terbantu karena ketersediaan air yang melimpah," ungkap Bambang.
Ia menjelaskan, sebelum sumur bor dibangun, warga harus berjalan sekitar dua kilometer menuju sungai untuk mendapatkan air. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi keluarga yang harus memenuhi kebutuhan air setiap hari.
Kini, kehadiran sumur bor memberikan kemudahan sekaligus harapan agar persoalan air bersih yang selama ini membebani masyarakat dapat teratasi secara berkelanjutan.
Air Bersih untuk Warga, Kenyamanan Belajar bagi Siswa
Manfaat pembangunan sumur bor tidak hanya dirasakan masyarakat di lingkungan permukiman. Fasilitas tersebut juga memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, khususnya SDN Cikole yang berada di wilayah Kampung Cikiara.
Selama ini, keterbatasan air bersih menjadi tantangan bagi pihak sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan belajar. Ketika musim kemarau berkepanjangan, ketersediaan air untuk kebutuhan toilet dan membersihkan ruang kelas sering kali menjadi persoalan.
Padahal, lingkungan sekolah yang bersih dan sehat merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kenyamanan siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Salah seorang guru SDN Cikole, Nuneng, mengatakan pembangunan sumur bor melalui program TMMD menjadi jawaban atas kebutuhan air bersih yang selama ini diharapkan pihak sekolah.
"Sumur bor hasil program TMMD ini merupakan jawaban atas harapan kami selama ini. Ketika kemarau panjang, kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk toilet maupun membersihkan ruang kelas. Sekarang, anak-anak dan para guru lebih mudah melakukan kegiatan kebersihan di sekolah," ujar Nuneng.
Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk fasilitas penunjang kebersihan di lingkungan pendidikan.
Dengan tersedianya sumber air yang lebih mudah dijangkau, pihak sekolah berharap kegiatan kebersihan dapat dilakukan secara lebih optimal sehingga siswa dan tenaga pendidik dapat beraktivitas dalam lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Bagi anak-anak sekolah, kemudahan memperoleh air bersih mungkin terlihat sederhana. Namun, fasilitas tersebut memiliki arti penting dalam membentuk kebiasaan hidup bersih sekaligus menjaga kesehatan selama berada di sekolah.
Kepala Desa: Pembangunan Harus Menjawab Kebutuhan Warga
Kepala Desa Mekarjaya, Wida Yunita, turut mengapresiasi pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, program tersebut menghadirkan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat pedesaan.
Ia menilai pembangunan infrastruktur jalan, sumur bor, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) merupakan bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Program TMMD ini luar biasa. Infrastruktur jalan, sumur bor, MCK, dan Rutilahu merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan warga kami. Kami sangat bersyukur karena program ini hadir dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di Kampung Cikiara Kebun," tutur Wida.
Menurutnya, pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan memberikan manfaat lebih besar karena dampaknya dapat dirasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap berbagai fasilitas yang telah dibangun dapat dipelihara bersama agar manfaatnya tidak hanya dirasakan saat program berlangsung, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua RT Kampung Cikiara Kebun, Noerhasanah. Ia mengaku bahagia karena warga di lingkungannya kini memiliki akses air bersih yang lebih mudah melalui sumur bor tersebut.
"Saya sangat bahagia. Berkat program TMMD ini, warga kami benar-benar merasakan manfaatnya. Ketersediaan air bersih sangat membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat," ungkap Noerhasanah.
Bagi warga, sumur bor tersebut menjadi fasilitas penting yang membantu menjawab kebutuhan mendasar keluarga. Ketersediaan air yang lebih dekat diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat, terutama ketika menghadapi musim kemarau.
Lebih dari Sekadar Infrastruktur
Pembangunan sumur bor di Kampung Cikiara Kebun memperlihatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak selalu diukur dari besarnya bangunan atau panjangnya jalan yang dibangun. Kehadiran fasilitas sederhana yang mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat juga memiliki arti besar.
Air bersih berkaitan erat dengan kesehatan, sanitasi, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga. Ketika akses terhadap air semakin mudah, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari secara layak dan sehat.
Melalui TMMD ke-130, Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi berupaya mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan melalui berbagai sasaran fisik yang dibutuhkan masyarakat.
Program tersebut sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan warga dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Di Kampung Cikiara Kebun, hasil pembangunan itu kini dapat dirasakan secara nyata. Sekitar 60 kepala keluarga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada perjalanan menuju sungai untuk memenuhi kebutuhan air. Sementara itu, siswa dan guru SDN Cikole memperoleh kemudahan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Bagi mereka, sumur bor ini bukan hanya sumber air, melainkan juga simbol perubahan dan harapan.
Dari perjalanan sejauh dua kilometer menuju sungai hingga hadirnya sumber air yang lebih dekat, masyarakat Kampung Cikiara Kebun merasakan bahwa pembangunan yang berpihak pada kebutuhan warga dapat membawa perubahan berarti.
Di tengah keterbatasan yang selama ini dihadapi, hadirnya air bersih menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong mampu membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.***Dadan Sundana

Author

Editor Tarman Suherman
Profil Editor Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, KARAWANG-Emin Sule, Suryana, Dede Mulyadi. SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim, Yayan Maulana. JAKARTA: Bambang EP.  Sahidin Bagus Irianto BEKASI: Samsudin, M. Subekti. BOGOR:  Abdullah, Jajang Suhendi DEPOK: Rani Oktaviani, Dwi Sapitri. BANTEN: Jajat. Karna Wijaya. BANDUNG: Ayi Herlambang, Danang Ari Wibowo. CIMAHI: Adre Sutisna, Lukman Jaelani. LEBAK: Elsa Fitria, Casim Mustopa. BANTEN: Jajat Munajat, Hendro Mulyanto. INDRAMAYU: Fikri Rianto, Dadang Hidayat. CIREBON: Bagustian, Ade Firmansyah. KUNINGAN: Ading Permana, Susanto. MAJALENGKA. Abah Ojo, Abdul Wahab. SUMEDANG: Cece Ruhiyat, Santi Mulyani. TASIKMALAYA: Baden, Karna Mulyana. CIAMIS: Aam Amira, Deden Supriadi. PANGANDARAN: Doni Saputra, Nana Suryana. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana, Nilan Abdul Hadi, GARUT: Sopiyan, Nani Wijaya. CIANJUR: Dede Ruhyana, Amir Mahmud. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan, Winarto. TANGGERANG: Reza Andika, Irma Yulianti. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat. 

 

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top