Di Tengah Kawasan Industri, Jagung Bekasi Tetap Bersemi
Nasional    Kamis 08 Januari 2026    19:48:30 WIBCIKARANG PUSAT — Di balik dominasi cerobong pabrik dan kawasan industri, Kabupaten Bekasi kembali menegaskan perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hal itu tercermin dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang digelar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kamis (8/1/2026).
Acara panen raya tersebut dihadiri langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto), serta Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mendukung percepatan swasembada jagung nasional melalui optimalisasi lahan pertanian di berbagai daerah.
“Selama satu tahun terakhir, Polri memaksimalkan peran dalam mendukung swasembada jagung. Dari sekitar 1,3 juta hektare lahan yang kami identifikasi, sebanyak 586 ribu hektare telah ditanami sepanjang tahun 2025,” ujar Kapolri.
Menurutnya, kontribusi Polri dalam program tersebut telah menghasilkan sekitar 3,4 hingga 3,5 juta ton jagung dan ditargetkan terus meningkat pada tahun 2026.
Sementara itu, Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menyampaikan bahwa Kabupaten Bekasi tetap memberikan kontribusi nyata dalam panen raya jagung nasional, meskipun wilayahnya dikenal luas sebagai kawasan industri.
“Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Bekasi melaksanakan panen raya jagung di lahan seluas 25 hektare dengan hasil sekitar 150 ton. Produktivitasnya mencapai 6 hingga 10 ton per hektare,” ungkapnya.
Asep menambahkan, lahan jagung di Kampung Tembong Gunung akan dikembangkan hingga mencapai 50 hektare sebagai langkah berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
“Ini membuktikan bahwa Kabupaten Bekasi tidak hanya menjadi kawasan industri, tetapi juga mampu menghasilkan produk pertanian,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas petani melalui pendampingan dan penyuluhan agar produktivitas pertanian dapat terus meningkat secara optimal dan berkelanjutan***Samsudin




























