Dari Lahan Jagung di Tengah Kawasan Industri, Bekasi Ikut Menjaga Pangan Negeri
Nasional    Kamis 08 Januari 2026    19:55:19 WIBCIKARANG PUSAT—Di tengah citranya sebagai kawasan industri, Kabupaten Bekasi kembali menegaskan perannya sebagai bagian penting dari lumbung pangan nasional. Hal itu tercermin dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang digelar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kamis (8/1/2026).
Panen raya tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga negara telah memangkas target swasembada pangan yang semula diproyeksikan empat tahun, menjadi sekitar satu tahun.
“Peningkatan produksi jagung berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Ini bukan hanya soal pangan, tapi juga pengurangan kemiskinan dan pengangguran,” ujar Amran.
Ia menegaskan, keberhasilan swasembada pangan tidak hanya bertumpu pada daerah agraris, tetapi juga kawasan industri seperti Kabupaten Bekasi yang mampu mengoptimalkan potensi lahannya melalui kolaborasi dan inovasi.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto. Ia mengungkapkan bahwa produksi jagung nasional tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, sementara konsumsi berada di angka 15,60 juta ton.
“Artinya, Indonesia mencatat surplus hampir setengah juta ton. Sekitar 20 persen atau 3,5 juta ton berasal dari kontribusi Polri,” kata Titiek.
Ia berharap capaian tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperluas ke komoditas strategis lainnya seperti kedelai, gula, garam, dan bawang putih demi memperkuat ketahanan pangan nasional.
Panen raya jagung serentak ini merupakan bagian dari panen nasional di lahan seluas 47.830 hektare dengan estimasi produksi mencapai 743.522 ton jagung di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Dr. Asep Surya Atmaja menegaskan komitmen daerahnya untuk terus berkontribusi meski berada di wilayah dengan tekanan industrialisasi yang tinggi.
“Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Bekasi melaksanakan panen raya jagung di lahan seluas 25 hektare dengan hasil sekitar 150 ton. Produktivitasnya mencapai 6 hingga 10 ton per hektare,” ujar Asep.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana mengembangkan lahan jagung di Kampung Tembong Gunung hingga 50 hektare sebagai langkah berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus nasional.
Dari hamparan jagung di Cikarang Pusat, Bekasi menunjukkan bahwa industri dan pertanian dapat berjalan beriringan, bersama menjaga ketersediaan pangan untuk negeri***Samsudin




























