Dari Sawah hingga Curug, Subang Menata Harapan Lewat Tujuh Desa Wisata
Wisata    Rabu 14 Januari 2026    00:44:07 WIBSubang — Kabupaten Subang pelan tapi pasti keluar dari bayang-bayangnya sebagai daerah lintasan. Di balik hamparan sawah, perbukitan, dan kampung-kampung yang masih memelihara tradisi, Subang menyimpan kekuatan wisata yang kian matang untuk diperkenalkan ke publik luas.
Potensi itu kini ditangkap serius. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Subang resmi mengembangkan tujuh desa wisata baru yang diresmikan pada Desember 2025. Ketujuhnya—Desa Sukasari, Situ Sari, Cisampih, Margasari, Rawalele, Jambelaer, dan Curug Agung—hadir dengan karakter berbeda, namun disatukan oleh satu benang merah: pariwisata berbasis masyarakat dan keberlanjutan.
Pengembangan desa wisata ini tak semata mengejar lonjakan kunjungan. Subang memilih jalan yang lebih panjang—membangun ekonomi lokal, menjaga warisan budaya, dan merawat alam agar tetap hidup bersama warganya.
Di Desa Sukasari, wisatawan diajak menyelami keseharian kampung Sunda yang asri. Sawah yang membentang, rumah-rumah warga, serta aktivitas bertani menjadi pengalaman autentik. Menginap di rumah penduduk, ikut panen, atau bersepeda keliling kampung menjadikan desa ini cocok untuk wisata keluarga dan edukasi.
Sementara itu, Desa Situ Sari menawarkan ketenangan yang berpadu dengan jejak sejarah. Danau Cikadongdong dan Situs Megalitikum Gurudug menjadi saksi peradaban lama, dilengkapi kampung adat dengan rumah bambu yang menegaskan identitas lokal yang masih terjaga.
Konsep wisata berbasis pengalaman terasa kuat di Desa Cisampih. Fun farming, susur kebun, camping, hingga jalur sepeda Cinangling dirancang terintegrasi dengan edukasi air, energi, dan pangan. Desa ini menyasar wisatawan aktif yang mencari makna di balik perjalanan.
Di Desa Margasari, wisata menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, spiritualitas, dan alam. Situs Budaya Patenggeng, Ritual Ruatan Bumi, serta budidaya ikan nila dan lele menghadirkan pengalaman yang tak sekadar rekreatif, tetapi juga reflektif.
Adapun Desa Rawalele mengangkat kebun karet sebagai identitas utama. Aktivitas penyadapan, kerajinan berbahan karet, hingga wisata alam di Bumi Perkemahan Cijuhung membuka peluang ekonomi baru yang bertumpu pada kearifan lokal.
Kesegaran alam terasa kuat di Desa Jambelaer. Perkebunan manggis, nanas, dan pisang menjadi sumber cerita, dari proses panen hingga pengolahan menjadi camilan khas desa. Sensasi river tubing di sungai jernih melengkapi pengalaman wisata berbasis alam dan petualangan.
Sementara itu, Desa Curug Agung tampil sebagai destinasi yang memadukan relaksasi dan eksplorasi. Pemandian air panas alami, curug tersembunyi, kebun durian, dan hutan kecil menjadikannya calon kuat wisata wellness yang menyatu dengan alam.
Dengan tujuh desa wisata ini, Subang tak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga cerita—tentang warga yang menjaga tradisi, alam yang dirawat bersama, dan harapan baru yang tumbuh dari desa. Subang pun menegaskan diri sebagai destinasi wisata Jawa Barat yang autentik, berkelanjutan, dan manusiawi.***Red




























