Karawang Tetap Berdiri di Sawah: Menjaga Piring Negeri dari Lumbung Padi Nasional
Pemerintahan    Rabu 14 Januari 2026    01:24:46 WIBKarawang — Di tengah derasnya arus industrialisasi dan pertumbuhan penduduk, Kabupaten Karawang kembali menegaskan jati dirinya: lumbung padi nasional yang tak tergantikan. Peran strategis ini mengemuka dalam siaran langsung CNN Indonesia Newsroom bertajuk “Swasembada Pangan: Karawang Lumbung Pangan Nasional”, Selasa (13/1/2026), yang menghadirkan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., bersama anchor Hernof Al Basyir.
Dalam perbincangan tersebut, Bupati yang akrab disapa Kang Aep memaparkan capaian, tantangan, serta strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjaga eksistensi daerahnya sebagai sentral produksi padi dan gabah nasional.
Kepercayaan pemerintah pusat kembali diberikan kepada Karawang. Melalui Kementerian Pertanian, Karawang ditunjuk sebagai lokasi Panen Raya Nasional yang dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Kecamatan Cilebar.
“Alhamdulillah, Kementerian Pertanian menunjuk Kabupaten Karawang untuk panen raya nasional, dan Presiden hadir langsung di Cilebar. Ini bukti bahwa Karawang memang salah satu sentral gabah di Indonesia,” ujar Kang Aep.
Panen raya tersebut berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para petani. Kondisi padi yang dihasilkan dinilai sangat baik, mencerminkan kesuburan lahan serta keberhasilan pengelolaan sektor pertanian di Karawang.
“Panennya bagus, padinya berkualitas. Ini kebanggaan bagi kami. Karawang dari dulu memang dikenal sebagai kota lumbung padi,” tambahnya.
Secara angka, Karawang menunjukkan performa yang solid. Pada 2025, target produksi gabah kering panen sebesar 1,4 juta ton berhasil terlampaui dengan realisasi 1.400.100 ton. Surplus tipis namun bermakna ini menegaskan kekuatan Karawang sebagai penopang pangan nasional.
“Target nasional 1,4 juta ton, dan alhamdulillah kami mencapainya, bahkan lebih,” jelas Bupati Aep.
Memasuki 2026, tantangan baru menanti. Kementerian Pertanian kembali menaikkan target produksi, namun Pemerintah Kabupaten Karawang optimistis dapat mencapainya melalui peningkatan produktivitas, kualitas gabah, serta penguatan peran petani dan kelompok tani.
“Kualitas gabah dan beras Karawang sangat baik. Tinggal bagaimana produktivitasnya terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Di tengah ancaman alih fungsi lahan, Pemkab Karawang memilih berdiri tegak di pihak sawah. Lebih dari 87 ribu hektare lahan baku sawah telah “dikunci” melalui skema LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan), sehingga tidak dapat dialihfungsikan.
“Kami sudah mengunci hampir 88 ribu hektare lahan sawah dalam LP2B. Itu tidak bisa diotak-atik,” tegas Kang Aep.
Tak berhenti di situ, keberpihakan kepada petani juga diwujudkan melalui pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk lahan sawah hingga 3 hektare per keluarga, berlaku selamanya.
“Kami ingin masyarakat tetap mau menjadi petani. Maka kami beri stimulus, PBB-P2 gratis maksimal tiga hektare per keluarga,” jelasnya, menegaskan kebijakan tersebut berbasis satu Kartu Keluarga agar tepat sasaran.
Kontribusi Karawang juga menjadi bagian penting dari keberhasilan nasional. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa target swasembada pangan empat tahun berhasil dicapai hanya dalam satu tahun. Pada 2025, Indonesia tidak melakukan impor beras.
“Salah satu penopangnya adalah Karawang dengan produksi gabah 1,4 juta ton,” ungkap Bupati Aep.
Selain itu, Karawang menjalin kerja sama food estate dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sekitar 5.000 hektare lahan sawah dimanfaatkan untuk mendukung pasokan beras ibu kota, di mana gabah diproduksi di Karawang dan diolah untuk kebutuhan Jakarta.
Atas dedikasi tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya yang disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada rangkaian Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan, Rabu (7/1/2026).
Penghargaan itu menjadi penanda kontribusi nyata Karawang dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Aep, Karawang masuk 10 besar daerah penghasil beras nasional dan berperan strategis dalam menjaga cadangan beras nasional yang kini mencapai 3 juta ton.
Di Karawang, sawah bukan sekadar bentang alam. Ia adalah benteng terakhir kedaulatan pangan negeri.***Red




























