Ribuan Mahasiswa UNSAP Turun ke Desa, Mengabdi dan Menggerakkan Perubahan
Pendidikan    Rabu 14 Januari 2026    08:50:09 WIBSumedang-Sebanyak 1.372 mahasiswa Universitas Sebelas April (UNSAP) Sumedang resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 68 desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Ganeas, Pamulihan, Cimalaka, Buahdua, Tanjungkerta, dan Surian. Program KKN tersebut berlangsung selama satu bulan, mulai 13 Januari hingga 14 Februari 2026.
Pelepasan mahasiswa KKN dilakukan secara resmi dan dihadiri Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila. Dalam sambutannya, Fajar menegaskan bahwa KKN merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus ruang pembelajaran langsung di luar kampus.
Ia menilai, KKN Tematik UNSAP sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Sumedang, khususnya dalam penguatan desa sebagai pusat pembangunan berbasis transformasi digital. “Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, terutama dalam mendorong desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.
Fajar juga menyoroti persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah. Menurutnya, pendekatan zero waste membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.
“Kami berharap mahasiswa KKN tidak hanya memberi edukasi, tetapi juga melakukan pendampingan dan menghadirkan contoh nyata pengelolaan sampah yang bertanggung jawab serta bernilai ekonomi,” katanya.
Selain isu lingkungan, mahasiswa KKN UNSAP didorong untuk menguatkan konsep smart village, di antaranya melalui digitalisasi bank sampah, pemanfaatan media sosial untuk kampanye lingkungan, penguatan UMKM lewat pemasaran digital, hingga peningkatan literasi keuangan masyarakat desa.
“Laksanakan KKN dengan penuh pengabdian dan tanggung jawab. Jaga nama baik almamater dan jadilah duta perubahan di tengah masyarakat,” pesan Fajar kepada para mahasiswa.
Sementara itu, Rektor UNSAP Prof Arifin menyampaikan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan proses pembelajaran sosial yang nyata dan bermakna.
“Di lapangan, mahasiswa belajar memahami kehidupan masyarakat, membangun empati, serta mengasah kemampuan beradaptasi dengan berbagai kondisi sosial,” tuturnya.
Ia berharap, melalui KKN, mahasiswa tidak hanya meninggalkan program kerja, tetapi juga jejak kebaikan dan kontribusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa.***Cece Ruhiyat




























