Menjaga Akar Budaya di Pagi Hari, Rebo Nyunda Menggema di SMK Tri Mitra Kotabaru
Pendidikan    Rabu 14 Januari 2026    18:46:27 WIBKotabaru, Karawang –Suasana halaman SMK Tri Mitra Kotabaru tampak berbeda pada Rabu pagi (14/1/2026). Balutan nuansa budaya Sunda terasa kental saat seluruh warga sekolah mengikuti apel pagi yang dirangkai dengan kegiatan Rebo Nyunda, sebuah program rutin sekolah yang bertujuan membiasakan penggunaan bahasa Sunda di lingkungan pendidikan.
Sejak pagi, para peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan tampak antusias mengikuti apel. Sesuai dengan konsep Rebo Nyunda, seluruh rangkaian kegiatan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar. Tidak sekadar simbolik, kegiatan ini diisi dengan penampilan dan presentasi siswa yang telah dijadwalkan secara bergilir, mulai dari biantara, carpon, sajak Sunda, hingga bentuk ekspresi sastra dan budaya Sunda lainnya.
Program Rebo Nyunda menjadi ruang belajar yang hidup bagi para siswa. Mereka tidak hanya dituntut memahami teori bahasa dan sastra daerah, tetapi juga berani mengekspresikannya di depan publik. Dengan tampil langsung di hadapan teman-teman dan guru, siswa dilatih percaya diri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal yang menjadi jati diri masyarakat Sunda.
Kepala SMK Tri Mitra, Iwan Sumitra, ST., S.Kom., MM., menegaskan bahwa Rebo Nyunda merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal di tengah arus globalisasi.
“Bahasa Sunda adalah identitas kita. Melalui Rebo Nyunda, kami ingin siswa tidak hanya cakap secara akademik dan vokasional, tetapi juga memiliki karakter, berakar pada budaya daerahnya. Jika sejak sekolah mereka terbiasa berbahasa Sunda dengan baik dan benar, maka di masyarakat pun mereka tidak akan canggung,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan pendidikan karakter yang menanamkan nilai sopan santun, unggah-ungguh, serta rasa hormat yang terkandung dalam penggunaan bahasa Sunda.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Rendi Kurniawan, S.Pd., menjelaskan bahwa keterlibatan aktif siswa menjadi kunci utama keberhasilan Rebo Nyunda.
“Kami memberi ruang seluas-luasnya kepada siswa untuk tampil. Mereka bergiliran menyampaikan biantara, membaca carpon, atau membawakan sajak Sunda. Ini bukan sekadar tugas, tapi proses pembiasaan agar bahasa Sunda hidup dalam keseharian mereka,” katanya.
Menurut Rendi, program ini juga berdampak positif pada keberanian siswa berbicara di depan umum serta meningkatkan kemampuan literasi, khususnya literasi budaya dan bahasa daerah.
Rebo Nyunda di SMK Tri Mitra bukan hanya rutinitas mingguan, tetapi telah menjadi simbol kesadaran bersama akan pentingnya menjaga warisan budaya. Di tengah perkembangan zaman dan dominasi bahasa asing, langkah kecil yang konsisten ini diharapkan mampu menanamkan rasa bangga pada identitas lokal, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan siap berkontribusi di masyarakat.***Man




























