Edi Jumala: Dari Lahan Kosong ke Harapan Pangan Menjelang Ramadan
Ekonomi    Jumat 16 Januari 2026    11:01:56 WIBCikampek Barat Karawang-Di sebuah lahan darat seluas 1.000 meter persegi di Kampung Sukajadi, RT 003/005, Dusun Tiga, Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, deretan tanaman timun suri tumbuh hijau dan subur. Lahan yang sebelumnya tak termanfaatkan itu kini berubah menjadi sumber harapan, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Adalah Edi Jumala, akrab disapa Acon (50), warga setempat, yang memanfaatkan lahan kosong tersebut dengan menanam timun suri. Sejak ditanam, tanaman itu kini telah berusia sekitar 25 hari dan mulai memasuki fase berbunga. Jika tidak ada kendala cuaca maupun hama, panen diperkirakan bisa dilakukan tepat menjelang Ramadan, saat timun suri biasanya memiliki nilai ekonomi dan konsumsi yang tinggi di masyarakat.
“Alhamdulillah, sampai sekarang pertumbuhannya bagus. Daunnya lebar, bunganya sudah keluar. Mudah-mudahan menjelang Ramadan bisa panen,” ujar Edi saat ditemui di lokasi, Jumat (16/1/2026).
Menurut Edi, perawatan timun suri relatif tidak rumit. Kunci utamanya adalah pemupukan yang tepat dan pengawasan rutin. Hingga saat ini, tanaman timun suri tersebut telah mendapat pemupukan sebanyak tiga kali menggunakan pupuk urea. Pemupukan terakhir dilakukan pada hari ini untuk menjaga kesuburan tanaman sekaligus memperkuat pertumbuhan bunga dan calon buah.
“Pemupukan ini penting supaya tanamannya kuat dan hasilnya maksimal. Kami ingin lahan ini benar-benar produktif dan bisa membantu ketahanan pangan, meski skalanya kecil,” kata Edi.
Dalam proses perawatan, Edi tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh dua orang kerabatnya, Ukar dan Hendi, yang juga merupakan warga Dusun Tiga Sukajadi. Ketiganya bahu-membahu merawat tanaman, mulai dari membersihkan gulma hingga melakukan pemupukan.
Ukar mengungkapkan, keterlibatan mereka lebih dari sekadar membantu kerabat. Ada rasa kebersamaan dan tanggung jawab untuk memanfaatkan lahan agar tidak terbengkalai. “Daripada kosong, lebih baik ditanami. Kalau berhasil panen, manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Hendi. Menurutnya, kegiatan menanam timun suri ini juga menjadi contoh bahwa warga bisa berinisiatif memanfaatkan lahan terbatas untuk pertanian sederhana. “Tidak perlu lahan luas, yang penting mau mengelola dan merawat,” katanya.
Sebanyak 1.000 bibit timun suri ditanam di lahan tersebut. Tak hanya itu, di bagian pinggir lahan, Edi juga menanam berbagai komoditas lain seperti melon, terong lalapan, emes, leor, dan singkong. Diversifikasi tanaman ini diharapkan dapat memberikan hasil tambahan sekaligus meminimalkan risiko gagal panen jika salah satu komoditas mengalami kendala.
Edi berharap, semua tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan membuahkan hasil sesuai harapan. Selain untuk menambah pendapatan, upaya ini juga menjadi bagian dari kontribusi kecil warga dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Harapannya sederhana, semoga semua yang ditanam bisa panen dan bermanfaat. Setidaknya, kami sudah berusaha memanfaatkan lahan yang ada dengan sebaik mungkin,” tutup Edi.
Upaya Edi Jumala bersama Ukar dan Hendi ini menjadi potret kecil semangat kemandirian pangan di tengah masyarakat. Dari lahan kosong di sudut Cikampek Barat, tumbuh harapan yang hijau, menanti panen dan keberkahan.***Man




























