Dari Rumah ke Dapur: Ikhtiar Gubernur Banten Kurangi Sampah dan Hadirkan Energi Bersih
Pemerintahan    Senin 19 Januari 2026    01:38:47 WIBBANTEN – Upaya mengurangi timbunan sampah di Kota Tangerang Selatan terus dilakukan dengan berbagai pendekatan. Kali ini, Gubernur Banten Andra Soni mengambil langkah konkret dengan memberikan bantuan toren Pupuk Organik Cair (POC) dan Biogas yang mampu mengolah hingga 100 kilogram sampah organik rumah tangga per hari. Dari pengolahan tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan biogas untuk memasak selama 30 hingga 60 menit setiap harinya.
Bantuan tersebut disalurkan kepada Bank Sampah The High Jaya Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Inisiator program toren POC dan Biogas yang juga Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, menjelaskan bahwa bantuan ini sepenuhnya berasal dari dana pribadi Gubernur Banten dan tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Pak Gubernur Andra memiliki perhatian serius terhadap persoalan sampah di Tangsel. Sambil menunggu sistem pengelolaan sampah regional atau Aglomerasi PSEL beroperasi, beliau menginginkan langkah nyata jangka pendek untuk mengurangi sampah dari sumbernya,” ujar Ade Yunus, Minggu (18/1/2026).
Tak berhenti pada pemberian fasilitas, Gubernur Andra Soni juga mengarahkan Banksasuci Foundation untuk melakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya agar pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga, sehingga hanya sampah residu yang dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS) maupun tempat pembuangan akhir (TPA).
“Kalau hanya alat, siapapun bisa membuat. Tantangan terbesarnya justru ada pada pendampingan dan edukasi kepada masyarakat. Insya Allah, melalui pendampingan yang berkelanjutan, semangat zero waste bisa benar-benar terwujud,” tambah Ade.
Apresiasi atas bantuan tersebut disampaikan Ketua Bank Sampah The High Jaya Serpong, Anita Yuliana. Ia menyebut dukungan Gubernur Banten menjadi suntikan semangat di tengah kondisi darurat sampah yang tengah dihadapi wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuan fasilitas dan pendampingan yang diberikan. Bank sampah kami tetap berjalan di tengah keterbatasan, dan dukungan ini membuat kami kembali bersemangat,” kata Anita.
Menurut Anita, pengelolaan sampah organik selama ini menjadi tantangan tersendiri. Upaya sebelumnya melalui budidaya maggot belum membuahkan hasil maksimal karena membutuhkan ketekunan dan keuletan tinggi.
“Kami pernah mencoba budidaya maggot, tapi memang tidak mudah. Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas toren POC ini, persoalan sampah organik di lingkungan kami bisa teratasi,” pungkasnya.
Langkah kecil dari rumah tangga ini diharapkan menjadi bagian dari solusi besar pengelolaan sampah berkelanjutan di Banten, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.***Jajat




























