Menjemput Harapan di Sekolah Tua: SDN Dawuan Tengah 1 Bangkit Setelah Dua Dekade
Pendidikan    Senin 19 Januari 2026    02:00:20 WIBKARAWANG - Setelah hampir dua dekade luput dari sentuhan rehabilitasi, harapan akhirnya kembali bersemi di SD Negeri Dawuan Tengah 1, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. Sekolah dasar yang dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tertua di wilayah tersebut kini mulai bangkit, seiring perhatian serius yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terhadap perbaikan sarana pendidikan.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang Wawan Setiawan Natakusumah serta Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah meninjau langsung hasil pembangunan dan rehabilitasi SDN Dawuan Tengah 1. Kunjungan tersebut menjadi penanda komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas pendidikan dari hulu, yakni infrastruktur sekolah.
Bupati Aep menyampaikan bahwa SDN Dawuan Tengah 1 memiliki nilai historis tersendiri bagi masyarakat Cikampek. Namun, di balik nilai sejarah itu, kondisi bangunan sekolah sebelumnya dinilai sangat memprihatinkan, terlebih dengan jumlah siswa yang mencapai hampir 500 orang.

“Ini sekolah yang sudah sangat lama, bisa dibilang heritage. Tahun lalu kami datang dan melihat langsung kondisinya. Muridnya hampir 500, sementara ruang kelas terbatas dan fasilitasnya kurang memadai,” ujar Aep di sela peninjauan.
Sebagai langkah nyata, pada tahun 2025 Pemkab Karawang membangun empat ruang kelas baru di lantai atas serta merehabilitasi empat ruang kelas di lantai bawah. Pembangunan tersebut sekaligus mengakhiri sistem pembelajaran dua shift yang telah berlangsung hampir 20 tahun.
“Alhamdulillah sekarang sudah satu shift. Hampir 20 tahun sekolah ini menggunakan dua shift. Saya tidak ingin ada lagi sekolah di Karawang yang harus belajar seperti itu,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep juga mengingatkan kontraktor pelaksana agar menjaga mutu dan kualitas pembangunan. Ia menekankan pentingnya kekuatan struktur bangunan, penggunaan material yang layak, serta penerapan standar keselamatan kerja.
“Pembangunan fasilitas pendidikan harus profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Ini investasi jangka panjang demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak kita sebagai pemimpin masa depan,” katanya.
Lebih jauh, Aep menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana pendidikan menjadi prioritas utama Pemkab Karawang dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Kalau SDM-nya unggul, kami yakin Karawang akan semakin maju. Ini sejalan dengan jargon ‘Karawang Maju’ yang terus kami dorong dan Insyaallah akan kami wujudkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Karawang Wawan Setiawan Natakusumah menjelaskan, pada tahun 2026 Pemkab Karawang kembali mengalokasikan anggaran untuk melengkapi fasilitas pendukung sekolah. Anggaran sekitar Rp400 juta disiapkan untuk pembangunan kantin, toilet yang lebih layak dan terpisah antara laki-laki dan perempuan, serta ruang guru.
“Kita masih melihat ada kekurangan. Insyaallah tahun ini kita anggarkan untuk melengkapi fasilitas tersebut,” ujar Wawan.
Ia menambahkan, Disdikbud Karawang juga akan melakukan pemantauan berkala terhadap kualitas bangunan serta pemeliharaan pasca-pembangunan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Kami tidak hanya membangun, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutannya. Ini bagian dari komitmen kami meningkatkan mutu layanan pendidikan di Karawang secara merata,” pungkasnya.***Red




























