Duka di Jalan Raya: Dua Bobotoh Subang Pergi, Polisi Kejar Sopir Truk yang Melarikan Diri
POLRI    Rabu 21 Januari 2026    19:09:58 WIBSUBANG -Duka mendalam menyelimuti keluarga besar bobotoh Persib Bandung, khususnya di Kabupaten Subang. Dua suporter setia Maung Bandung, Ahmad Saefullah dan Putri Wijayaka, meregang nyawa dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tragis yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Peristiwa maut tersebut bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyisakan luka kolektif bagi komunitas suporter dan masyarakat luas.
Satuan Lalu Lintas Polres Subang bersama Polda Jawa Barat terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap secara terang peristiwa tersebut. Truk yang diduga terlibat dalam kecelakaan justru meninggalkan lokasi kejadian, sementara sopirnya hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa kepolisian tidak tinggal diam. Berbagai langkah telah dan terus dilakukan, mulai dari patroli di sejumlah titik strategis, pengumpulan keterangan saksi mata, hingga penelusuran identitas kendaraan berdasarkan petunjuk di lapangan.
“Kami berkomitmen mengungkap secara detail kronologi kejadian ini. Siapa pun yang terlibat akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Hendra saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).
Almarhum Ahmad Saefullah dan Putri Wijayaka dikenal sebagai bobotoh yang aktif, loyal, dan memiliki kontribusi positif di komunitas Viking Ganas Subang. Kepergian keduanya meninggalkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan seperjuangan yang selama ini berbagi semangat dan cinta terhadap Persib Bandung.
Gelombang simpati dan doa mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Namun di tengah derasnya perhatian publik, kepolisian mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu liar maupun spekulasi yang berkembang di media sosial.
“Kami meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada kepolisian,” ujar Hendra.
Polda Jawa Barat memastikan pengejaran terhadap sopir truk yang diduga melarikan diri akan terus dilakukan hingga tuntas. Aparat berjanji mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan bagi para korban, sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi keselamatan warganya.
Di tengah duka, harapan akan keadilan tetap menyala—bahwa kepergian dua bobotoh ini tidak sia-sia, dan hukum akan berpihak pada kebenaran.***Red/Ah




























