Hadir di Tengah Genangan: Bupati Karawang Pastikan Layanan Kesehatan Warga Tanjungpura Tetap Berjalan
Kesehatan    Rabu 21 Januari 2026    17:14:53 WIBTANJUNGPURA, KARAWANG -Di tengah kepungan banjir yang masih merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Karawang Barat, pemerintah daerah memastikan warga tidak berjalan sendiri menghadapi dampak bencana. Rabu, 21 Januari 2026, Pos Pelayanan Kesehatan bagi warga terdampak banjir digelar di Posyandu Dahlia 4, Kelurahan Tanjungpura, serta Posyandu Mawar 01, Kelurahan Tanjungmekar.
Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, didampingi jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Puskesmas Tanjungpura, serta unsur Kecamatan Karawang Barat. Kehadiran pimpinan daerah di lokasi banjir menjadi pesan kuat bahwa pelayanan dasar, terutama kesehatan, tetap menjadi prioritas meski dalam kondisi darurat.
Di Posyandu Dahlia 4, tenaga kesehatan dari Puskesmas Tanjungpura melakukan pemeriksaan kesehatan umum, pemantauan kondisi balita dan lansia, layanan ibu hamil, hingga pemberian obat-obatan bagi warga yang terdampak. Warga terlihat antusias memanfaatkan layanan ini, terlebih banyak di antara mereka yang mengalami keluhan kesehatan akibat genangan air, cuaca lembap, dan keterbatasan aktivitas harian.
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk hadir langsung di lapangan, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
“Dalam kondisi banjir seperti ini, kesehatan warga tidak boleh terabaikan. Pemerintah harus hadir, memastikan pelayanan berjalan, dan warga mendapatkan perhatian serta perlindungan,” ujar Bupati Aep di sela-sela kunjungannya.
Ia juga mengapresiasi kerja cepat Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta seluruh tenaga medis yang tetap siaga melayani masyarakat meski menghadapi keterbatasan di lapangan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar dampak banjir tidak berkembang menjadi krisis kesehatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menyampaikan bahwa pos pelayanan kesehatan ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap kondisi darurat banjir. Fokus utama layanan meliputi pencegahan penyakit pascabanjir seperti diare, ISPA, penyakit kulit, serta pemantauan kelompok rentan.
“Kami menurunkan tenaga kesehatan dan memastikan ketersediaan obat-obatan. Upaya promotif dan preventif juga kami lakukan agar tidak terjadi peningkatan kasus penyakit di pengungsian maupun permukiman terdampak,” jelasnya.***Emn




























