Demi Keselamatan Bersama, Warga Karanganyar Indramayu Bergotong Royong Menambal Jalan Berlubang
Daerah    Jumat 23 Januari 2026    06:25:19 WIBIndramayu – Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan ditunjukkan warga Komplek BTN Lama, Kelurahan Karanganyar, Kabupaten Indramayu. Dipimpin Ketua RT setempat, warga secara swadaya melakukan penambalan jalan berlubang dengan cor di Jalan Olahraga, Kamis (22/1/2026). Langkah ini ditempuh sebagai upaya darurat menyusul seringnya terjadi kecelakaan di titik tersebut.
Jalan berlubang yang berada di jalur permukiman itu sudah lama dikeluhkan warga. Kondisinya kerap membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor. Risiko kecelakaan meningkat saat hujan turun karena lubang tertutup genangan air, serta pada malam hari akibat minimnya penerangan.
Ketua RT bersama warga menilai, menunggu perbaikan permanen tanpa upaya sementara justru dapat menambah korban. Berbekal semen, pasir, dan peralatan seadanya, warga bahu-membahu menutup lubang jalan agar lebih rata dan aman dilalui. Gotong royong dilakukan tanpa mengganggu arus lalu lintas, sembari tetap mengedepankan keselamatan.
Salah seorang warga, Handoyo (53), mengatakan bahwa penambalan ini merupakan solusi sementara demi mengurangi risiko kecelakaan. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sudah lama menjadi perhatian warga karena hampir setiap pekan ada pengendara yang terjatuh atau nyaris celaka.
“Kami sadar ini bukan perbaikan permanen. Tapi setidaknya bisa mengurangi bahaya, terutama bagi pengendara motor dan anak-anak yang sering melintas,” ujar Handoyo.
Warga berharap, upaya swadaya ini mendapat perhatian dari pihak terkait agar segera dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Mereka menilai, Jalan Olahraga memiliki peran penting sebagai akses warga, sehingga sudah selayaknya mendapatkan penanganan yang layak dan berkelanjutan.
Aksi gotong royong ini menjadi cermin kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Di tengah keterbatasan, warga memilih bergerak bersama demi keselamatan bersama, sambil menunggu kehadiran solusi permanen dari pemerintah daerah.***Fikri Rianto




























