Saat Solidaritas Buruh Mengalir Bersama Air Surut
Sosial    Jumat 23 Januari 2026    20:36:37 WIBBekasi – Di tengah kepungan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten dan Kota Bekasi, solidaritas sosial terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi yang melalui pilarnya, GARDA METAL, menggelar kegiatan bakti sosial bagi warga terdampak banjir, Jumat (23/1/2026).
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Konsulat Cabang (KC) FSPMI Bekasi, Sarino, bersama sejumlah pengurus KC dan anggota GARDA METAL. Mereka turun langsung ke lokasi terdampak, menyapa warga, sekaligus menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan di masa darurat bencana.
Sarino mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas kaum buruh terhadap masyarakat yang tengah diuji oleh bencana alam. Menurutnya, FSPMI tidak hanya hadir untuk memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat ketika musibah datang.
“Banjir ini bukan hanya bencana bagi sebagian orang, tetapi duka kita bersama. Sebagai bagian dari masyarakat Bekasi, kami merasa terpanggil untuk turun langsung membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Sarino di sela kegiatan.
Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan memang tidak seberapa, namun diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Lebih dari itu, kehadiran langsung para buruh di lokasi banjir diharapkan dapat memberi semangat dan rasa kebersamaan bagi para korban.
Kegiatan bakti sosial ini juga menjadi simbol kuat bahwa solidaritas sosial tidak mengenal sekat profesi maupun latar belakang. Di tengah genangan air dan lumpur sisa banjir, para anggota GARDA METAL bahu-membahu mengangkat bantuan, menyusuri wilayah terdampak, dan berbincang hangat dengan warga yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka.
Warga penerima bantuan pun menyambut baik kehadiran FSPMI Bekasi. Mereka mengaku terbantu, tidak hanya secara materi, tetapi juga secara moral karena merasa tidak sendirian menghadapi dampak bencana.
FSPMI Bekasi berharap, aksi kemanusiaan ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus memperkuat rasa empati dan gotong royong. Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, nilai kebersamaan dinilai menjadi kunci untuk saling menguatkan dan bangkit bersama dari bencana.
“Selama kita masih mampu, selama itu pula kami akan berusaha hadir. Karena solidaritas adalah kekuatan kita bersama,” pungkas Sarino.
Melalui aksi ini, FSPMI Bekasi menegaskan bahwa kepedulian sosial adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan buruh, sekaligus wujud nyata dari semangat kemanusiaan yang terus dijaga di tengah masyarakat.***Sam




























