300 Meter yang Terasa Terlalu Jauh: Banjir Jayanegara Menjerat Mobilitas dan Ekonomi Warga
Peristiwa    Minggu 25 Januari 2026    19:17:20 WIBKARAWANG – Banjir yang merendam akses jalan utama Desa Jayanegara, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, kini tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga, tetapi juga memicu krisis mobilitas yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
Akses penghubung dari Ciketeng menuju wilayah Wagir Lumbung terendam air dan tak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Dalam kondisi darurat tersebut, warga terpaksa mengandalkan ojek roda sebagai satu-satunya sarana penyeberangan.
Ironisnya, untuk menempuh jarak sekitar 300 meter, warga harus merogoh kocek hingga Rp30.000 sekali jalan. Biaya ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi mereka yang harus bolak-balik bekerja, mengurus keluarga, hingga memenuhi kebutuhan logistik harian.
Odang, salah seorang warga terdampak, mengaku tidak memiliki pilihan lain selain membayar mahal agar tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari.
“Saya dari Ciketeng mau nyeberang ke Wagir Lumbung. Naik ojek roda, bayarnya Rp30.000 sekali jalan,” ujar Odang, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, tarif tersebut terasa tidak sebanding dengan jarak tempuh yang sangat dekat.
“Jaraknya dekat, cuma sekitar kurang lebih 300 meter. Tapi karena banjir, jadi mahal dan susah,” tambahnya.
Kondisi ini menjadi potret nyata bahwa banjir tidak lagi sekadar bencana alam musiman. Di Jayanegara, banjir telah menjelma menjadi beban ekonomi, krisis akses, sekaligus cerminan lemahnya kesiapan infrastruktur di wilayah rawan genangan.
Warga pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan solusi konkret, mulai dari pembukaan akses darurat, penyediaan transportasi penyeberangan gratis, hingga percepatan perbaikan jalan. Tanpa langkah cepat, masyarakat akan terus menanggung biaya tinggi hanya untuk melintasi jarak yang seharusnya mudah dan terjangkau.
Bagi warga Jayanegara, banjir kini bukan lagi sekadar musibah tahunan, melainkan ancaman serius terhadap keberlangsungan hidup dan aktivitas ekonomi sehari-hari.***Emn




























