Peluk Trauma Anak Korban Banjir, DP3A Karawang Hadirkan Ruang Aman di Pengungsian
Pemerintahan    Senin 26 Januari 2026    19:30:42 WIBKARAWANG -Tawa kecil anak-anak terdengar di sela keterbatasan pengungsian banjir. Di tengah kondisi darurat itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Karawang hadir membawa harapan melalui kegiatan pendampingan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir.
Kegiatan tersebut digelar di sejumlah lokasi pengungsian sebagai upaya melindungi anak-anak dari risiko trauma akibat bencana alam. Anak-anak, sebagai kelompok paling rentan, membutuhkan perhatian khusus agar tekanan psikologis yang mereka alami tidak berlarut-larut.
Kepala DP3A Kabupaten Karawang, Wiwiek Krisnawati, menegaskan bahwa pendampingan psikososial merupakan bagian penting dalam penanganan bencana, khususnya bagi anak-anak.
“Anak-anak sangat rentan mengalami tekanan psikologis saat terjadi bencana. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan rasa aman dan kebahagiaan agar mereka tidak mengalami trauma berkepanjangan,” ujar Wiwiek, Senin (26/1) sore.
Pendampingan dilaksanakan di dua titik pengungsian. Di lokasi penampungan Resinda, sebanyak 91 anak dari tiga desa terdampak banjir mengikuti kegiatan yang diisi dengan permainan dan aktivitas interaktif. Antusiasme terlihat jelas dari wajah anak-anak yang larut dalam keceriaan, sejenak melupakan situasi sulit yang mereka hadapi.
Sementara itu, kegiatan serupa juga berlangsung di Kelurahan Tanjungpura dengan melibatkan 109 anak. Pada kesempatan ini, DP3A berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Karawang. Beragam kegiatan edukatif dan kreatif, seperti menggambar, digelar untuk menstimulasi emosi positif dan kreativitas anak-anak di pengungsian.
Wiwiek menambahkan, kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi kunci agar proses pemulihan psikologis anak dapat berjalan optimal, meskipun dalam kondisi darurat.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan perhatian, ruang bermain, dan aktivitas positif meskipun berada di pengungsian,” jelasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, DP3A juga menyalurkan bantuan berupa mainan serta paket makan siang bagi anak-anak peserta kegiatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menambah rasa nyaman sekaligus kebahagiaan di tengah situasi yang serba terbatas.
DP3A berharap, melalui pendampingan psikososial ini, anak-anak dapat melewati masa sulit dengan kondisi mental yang lebih baik.
“Mudah-mudahan anak-anak terhindar dari trauma, banjir segera surut, dan mereka bisa kembali ke rumah untuk merasakan kembali kenyamanan bersama keluarga,” pungkas Wiwiek.***Emn




























