Dari Drainase hingga Stunting, Cikole Menata Lingkungan demi Kualitas Hidup Warga
Pemerintahan    Kamis 29 Januari 2026    23:27:47 WIBKOTA SUKABUMI - Perbaikan kondisi lingkungan menjadi benang merah dalam penentuan usulan prioritas pembangunan di Kecamatan Cikole. Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Cikole yang digelar pada Selasa, 28 Januari 2026, bertempat di Kantor Kecamatan Cikole.
Musrenbang yang dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, ini dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus RT dan RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga perwakilan kelurahan. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebutuhan riil warga dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Camat Cikole, Cesar Anwar, menegaskan bahwa seluruh usulan yang disampaikan merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat di enam kelurahan yang ada di wilayahnya. Aspirasi tersebut telah melalui pembahasan matang dalam kegiatan Pra Musrenbang Kecamatan, sehingga yang diajukan benar-benar mencerminkan kebutuhan mendesak masyarakat.
“Lingkungan masih menjadi isu utama yang dirasakan langsung oleh warga. Karena itu, perbaikan kualitas lingkungan kami jadikan pertimbangan utama dalam menentukan skala prioritas pembangunan,” ujar Cesar.
Ia menjelaskan, Kecamatan Cikole mengusulkan sebanyak 60 kegiatan prioritas yang terbagi ke dalam dua sektor utama. Sebanyak 30 kegiatan merupakan usulan fisik atau pembangunan infrastruktur yang mayoritas difokuskan pada perbaikan drainase dan jalan lingkungan. Menurutnya, persoalan genangan air dan akses jalan masih menjadi keluhan yang paling sering disampaikan warga.
“Rata-rata permohonan masyarakat itu terkait drainase dan jalan. Ini sangat berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan warga, apalagi saat musim hujan,” ungkapnya.
Selain pembangunan fisik, Kecamatan Cikole juga mengajukan 30 usulan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Usulan tersebut meliputi berbagai program pelatihan peningkatan kapasitas warga serta kegiatan yang mendukung penanggulangan stunting, yang hingga kini masih menjadi perhatian serius pemerintah.
“Untuk pemberdayaan masyarakat, fokusnya pada pelatihan-pelatihan dan upaya pencegahan serta penanggulangan stunting. Ini penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini,” tambah Cesar.
Secara keseluruhan, total kebutuhan anggaran untuk merealisasikan seluruh usulan prioritas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp40 miliar. Cesar berharap, usulan yang telah disusun secara partisipatif ini dapat diakomodasi dan disinergikan dengan program perangkat daerah terkait.
Musrenbang Kecamatan Cikole ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam membangun wilayah secara berkelanjutan, dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai pusat perencanaan. Dari lingkungan yang lebih tertata hingga masyarakat yang lebih berdaya, Cikole berharap pembangunan ke depan benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.***Dadan




























