Bupati Lucky Hakim Targetkan Penanganan Banjir Indramayu Rampung 1–3 Bulan
Pemerintahan    Minggu 01 Februari 2026    01:23:41 WIBINDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu akan segera memulai normalisasi saluran irigasi sebagai langkah strategis untuk mengatasi banjir di wilayah perkotaan. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu satu hingga tiga bulan.
Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan hal itu saat meninjau langsung kondisi saluran irigasi di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pembangunan, Kecamatan Indramayu, (31/01/26). Dalam peninjauan tersebut, ia mendapati saluran dipenuhi eceng gondok dan mengalami pendangkalan yang menghambat aliran air.
Didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maulana Malik serta Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Erpin Marpinda, Lucky menegaskan bahwa keberadaan eceng gondok menjadi salah satu faktor utama tersendatnya aliran air dan berpotensi memperparah banjir.
“Eceng gondok yang sudah besar-besar ini kalau tidak segera dibereskan akan memperburuk banjir di Indramayu,” tegasnya.
Menurut Lucky, saluran irigasi tersebut menampung aliran air dari permukiman warga, namun kondisinya saat ini dangkal. Karena itu, normalisasi akan dilakukan melalui pengerukan hingga kedalaman sekitar 2,5 meter agar aliran kembali lancar.
“Kita ingin Indramayu memiliki drainase yang baik. Semua usulan akan kami tampung dan ditangani satu per satu. Kita usahakan semaksimal mungkin. Minimal satu sampai dua bulan ke depan sudah mulai tertangani,” ujarnya.
Selain persoalan sedimentasi dan eceng gondok, Lucky juga menyoroti keberadaan bangunan liar berupa warung yang berdiri di atas saluran air. Ia menegaskan saluran tidak boleh dimanfaatkan untuk mendirikan bangunan karena dapat menghambat aliran air dan memicu banjir.
Bupati pun mengimbau warga yang menempati area tersebut agar bersedia dipindahkan melalui pendekatan humanis dan komunikatif. Penertiban bangunan dinilai penting agar proses normalisasi dapat berjalan tanpa hambatan.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke kawasan Jalan Pembangunan. Di lokasi itu, Lucky menjelaskan aliran air menuju laut di Karangsong terhambat oleh longsoran sungai, tumpukan sampah, serta eceng gondok.
“Air dari kota terhambat di tengah karena sedimentasi, sampah, dan eceng gondok. Kalau alur air lancar, eceng gondok tidak akan tumbuh. Artinya, saluran ini memang perlu dinormalisasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun beberapa titik saluran terlihat lebar, arus air tetap tidak optimal karena kedalaman yang tidak memadai. Oleh sebab itu, Pemkab Indramayu menargetkan pendalaman saluran hingga kedalaman konstan sekitar empat meter sampai ke pintu air sebagai bagian dari solusi jangka menengah pengendalian banjir.***M. Fikri Rianto




























