Dari Balongan untuk Negeri, Laboratorium Ini Pastikan BBM Aman hingga ke Tangan Konsumen
Daerah    Minggu 01 Februari 2026    01:32:38 WIBINDRAMAYU – Di balik kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan masyarakat setiap hari, terdapat proses panjang yang memastikan kualitasnya tetap terjaga. Salah satu garda terdepan dalam proses tersebut adalah Laboratorium Kilang PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan yang berperan sebagai penjamin mutu sebelum produk sampai ke tangan konsumen.
Tester I CFR & Aviation RU VI Balongan, Zaeturohmah Febriyanti, menjelaskan bahwa laboratorium memiliki fungsi strategis sebagai Quality Control (QC) sekaligus Quality Assurance (QA) bagi seluruh produk kilang. Setiap pengujian dilakukan dengan mengacu pada spesifikasi yang ditetapkan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).
“Di laboratorium, kami melakukan pengujian lebih dari 20 parameter untuk setiap produk. Parameter tersebut tidak hanya mencakup Research Octane Number (RON) atau angka oktan, tetapi juga distilasi, viskositas, stabilitas oksidasi, serta parameter teknis lainnya. Seluruhnya harus memenuhi spesifikasi agar produk dinyatakan on-spec dan layak disalurkan ke konsumen,” ujar Zaeturohmah di Kilang Balongan, 31 Januari 2026.
Beragam produk BBM diuji di fasilitas ini, mulai dari Pertamax, Pertamax Turbo, Pertalite, hingga Pertamina Dex, termasuk bahan bakar aviasi dan produk turunannya.
Proses pengujian bahkan sudah dimulai sejak minyak mentah (crude oil) tiba di kilang melalui kapal. Crude tidak langsung diolah, melainkan terlebih dahulu diuji untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar. Setelah dinyatakan memenuhi spesifikasi, data hasil pengujian disampaikan kepada bagian Refinery Business Optimization (RBO) sebagai dasar perencanaan pengolahan.
Setelah melewati unit proses, produk jadi kembali diuji untuk memastikan seluruh parameternya tetap sesuai standar sebelum didistribusikan. Tak hanya itu, monitoring juga dilakukan secara kontinyu selama proses pengolahan berlangsung guna menjaga konsistensi mutu.
Untuk menjamin akurasi, seluruh peralatan pengujian dipastikan dalam kondisi terkalibrasi dan menggunakan metode terbaru yang mengacu pada standar internasional seperti ASTM dan UOP. Laboratorium juga didukung personel tersertifikasi, sementara evaluasi metode pengujian dilakukan secara berkala setiap bulan.
Dalam pengembangan produk baru, seperti Diesel X, laboratorium berperan sebagai verifikator kualitas, bukan sebagai pusat riset. Seluruh hasil penelitian dari tim process engineer diuji kembali, terutama untuk memastikan parameter penting seperti kandungan sulfur rendah (low sulfur) telah sesuai spesifikasi.
“Laboratorium memastikan setiap produk yang dilepas telah memenuhi standar melalui penerbitan Certificate of Quality (CoQ). Ini menjadi bukti bahwa produk benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” katanya.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa keberadaan laboratorium merupakan aspek krusial dalam menjaga keandalan produk BBM, khususnya yang diproduksi di Kilang Balongan.
“Laboratorium di fasilitas Pertamina bukan hanya menjaga kualitas, tetapi juga menjadi ruang penting bagi inovasi. Peran ini mendukung kelancaran distribusi energi nasional yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Baron.
Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi, Pertamina juga berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong berbagai program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya tersebut sejalan dengan transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan perlindungan lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya.***M. Fikr Rianto




























