Di Bawah Atap Rapuh, Bupati Kuningan Menjemput Harapan Keluarga Buruh Cuci
Pemerintahan    Selasa 10 Februari 2026    03:22:28 WIBKUNINGAN -Di sebuah rumah sederhana di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, kekhawatiran dan harapan bertemu dalam satu kunjungan. Senin itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si melangkah masuk ke hunian milik Ibu Iing, seorang buruh cuci yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan atap rumah yang rusak dan membahayakan keselamatan keluarganya.(9/2).
Kunjungan tersebut berawal dari laporan Dewi Anggraeni Firdaus, S.E., S.Pd., Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan, yang menyampaikan kondisi rumah tak layak huni itu kepada pemerintah daerah. Tanpa menunda, Bupati memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan situasi sebenarnya.
Setibanya di lokasi, suasana haru menyelimuti rumah berukuran sederhana itu. Bupati menyapa Ibu Iing dan keluarganya, lalu mendengarkan kisah rumah peninggalan almarhum suaminya yang kini dihuni empat orang. Setiap musim hujan datang, kecemasan selalu mengiringi, sebagian ruangan bahkan tak lagi digunakan untuk tidur karena takut roboh.
Kerusakan tampak nyata. Atap berlubang di beberapa titik, dinding mulai miring, dan kamar mandi kerap bocor. “Kalau hujan, rasanya tidak pernah tenang,” tutur Ibu Iing pelan.
Melihat kondisi tersebut, Bupati langsung memastikan bantuan perbaikan segera dilakukan. Penggantian atap dan penambahan tinggi bangunan menjadi langkah awal agar rumah kembali aman dihuni.
“Atapnya kita ganti supaya keluarga bisa lebih tenang dan tidak khawatir saat hujan,” ujar Bupati dengan nada menenangkan.
Di sela peninjauan, Bupati juga menanyakan keseharian Ibu Iing yang bekerja sebagai buruh cuci dan setrika demi mencukupi kebutuhan keluarga. Ia turut berdialog dengan warga sekitar dan perangkat desa untuk memastikan dukungan lingkungan bagi keluarga tersebut.
Momen hangat terjadi saat Bupati berbincang dengan Rena, putri Ibu Iing yang kini duduk di kelas satu SMK. Ketika ditanya cita-citanya, Rena menjawab mantap ingin menjadi pengusaha. Bupati tersenyum dan mendoakan agar impian itu kelak terwujud.
Bupati menegaskan, bantuan ini bukan semata perbaikan fisik bangunan, tetapi juga ikhtiar menghadirkan rasa aman dan ketenangan bagi warganya.
Dewi Anggraeni Firdaus yang mendampingi kunjungan itu mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah. “Terima kasih atas perhatian Pak Bupati yang hadir langsung melihat kondisi rumah Bu Iing. Semoga kepedulian ini membawa manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya, didampingi Kepala Desa Linggasana, Henni.
Kunjungan tersebut menjadi cerminan komitmen kepemimpinan yang berpijak pada empati. Bahwa di balik rumah-rumah sederhana, selalu ada cerita yang layak diperjuangkan—dan harapan yang tak boleh runtuh bersama atap yang rapuh.***Ading




























