Semangat Gotong Royong Sambut Ramadan, Warga Bakan Pintu Situdam Bangun Fasilitas Wudhu Mushola Nurul Ikhwan
Daerah    Minggu 15 Februari 2026    04:05:36 WIBKarawang – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, warga Kampung Bakan Pintu, Desa Situdam, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, menunjukkan semangat kebersamaan yang kental dengan menggelar kerja bakti secara bergotong royong membangun tempat wudhu dan kamar mandi di Mushola Nurul Ikhwan, Sabtu (14/2/2026).
Sejak pagi hari, puluhan warga tampak bahu-membahu membawa material bangunan, mencampur semen, memasang bata, hingga merapikan saluran air. Suasana penuh kekeluargaan begitu terasa. Tidak hanya kaum bapak, para pemuda pun turut ambil bagian, bahkan ibu-ibu menyiapkan konsumsi bagi para pekerja sukarela tersebut.

Kerja bakti ini dilakukan demi meningkatkan kenyamanan masyarakat yang akan melaksanakan ibadah salat tarawih selama bulan Ramadan. Selama ini, fasilitas wudhu di Mushola Nurul Ikhwan dinilai masih sederhana dan belum memadai ketika jumlah jamaah membludak, terutama pada malam-malam awal Ramadan.
Kepala Desa Situdam, Iwan Kurniawan, mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan warganya. Ia menyebut, kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat desa.
Dalam keterangannya, Iwan Kurniawan mengatakan bahwa pembangunan tempat wudhu dan kamar mandi ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kepedulian dan persiapan spiritual menyambut bulan penuh berkah.
“Alhamdulillah, saya sangat bangga dan terharu melihat antusiasme warga Kampung Bakan Pintu. Ini bukti bahwa nilai gotong royong masih sangat kuat di tengah masyarakat kita. Menyambut Ramadan bukan hanya soal menyiapkan diri secara pribadi, tetapi juga menyiapkan sarana ibadah agar seluruh warga bisa beribadah dengan nyaman dan khusyuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa selalu mendukung kegiatan positif yang lahir dari inisiatif masyarakat. Menurutnya, pembangunan fasilitas mushola ini sepenuhnya digerakkan oleh swadaya warga, baik tenaga, pikiran, maupun sebagian material.
“Kami dari pemerintah desa tentu memberikan dukungan, baik dari sisi koordinasi maupun motivasi. Namun yang paling utama adalah kesadaran warga sendiri. Mereka rela meluangkan waktu di tengah kesibukan untuk bersama-sama membangun fasilitas umum. Ini adalah cerminan nilai kebersamaan yang harus terus kita jaga,” kata Iwan.
Lebih lanjut, ia berharap fasilitas yang dibangun ini tidak hanya dimanfaatkan saat Ramadan, tetapi juga dirawat bersama agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Saya berharap setelah selesai dibangun, fasilitas ini bisa dijaga dan dirawat bersama. Mushola adalah pusat kegiatan ibadah dan juga pusat silaturahmi warga. Dengan fasilitas yang lebih baik, semoga ibadah kita semakin khusyuk dan kebersamaan antarwarga semakin erat,” tuturnya.
Pembangunan tempat wudhu dan kamar mandi tersebut ditargetkan rampung sebelum memasuki awal Ramadan, sehingga jamaah dapat langsung memanfaatkannya saat pelaksanaan salat tarawih pertama.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Kampung Bakan Pintu menjadi potret nyata bahwa nilai kebersamaan masih hidup dan tumbuh subur di tengah masyarakat. Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah, tetapi juga penguat solidaritas sosial dimulai dari langkah sederhana, membangun fasilitas untuk kenyamanan bersama.***Man/Ider Jagat




























