Ribuan Calon Jemaah Haji Bekasi Ikuti Bimsik, Bekal Ilmu dan Kesehatan Menuju Tanah Suci
Pemerintahan    Minggu 15 Februari 2026    05:02:55 WIBCIKARANG PUSAT - Sebanyak 3.346 calon jemaah haji Kabupaten Bekasi mengikuti Bimbingan Manasik (Bimsik) Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar serentak di tingkat kecamatan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan sebelum para tamu Allah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Bimbingan manasik yang difasilitasi Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bekasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12, 14, 15, dan 16 Februari 2026. Pelaksanaannya tersebar di 13 masjid yang telah ditetapkan, guna memastikan seluruh jemaah dari berbagai kecamatan mendapatkan pembekalan yang merata dan terarah.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bekasi, Mulyono Hilman Hakim, menegaskan bahwa bimbingan manasik merupakan bagian dari pembinaan terpadu dan terintegrasi secara nasional. Tujuannya, agar calon jemaah haji memahami secara utuh tata cara serta rangkaian ibadah haji sebelum bertolak ke Tanah Suci.
“Bimbingan manasik ini bertujuan menjadikan jemaah haji mandiri secara fisik dan mampu melaksanakan ibadah sesuai tuntunan fikih sebelum keberangkatan,” ujar Hilman, Sabtu (14/2/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 3.355 calon jemaah telah melunasi biaya haji. Namun, sembilan orang memilih menunda keberangkatan, sehingga total peserta bimsik tahun ini tercatat 3.346 orang.
Hilman menjelaskan, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) dan dinyatakan memenuhi syarat istithaah, para jemaah melanjutkan proses pelunasan, mengikuti bimbingan manasik sesuai prosedur, hingga persiapan teknis keberangkatan.
Ia menekankan bahwa ibadah haji bukan semata perjalanan spiritual, tetapi juga ibadah fisik yang memerlukan kesiapan menyeluruh. Karena itu, para calon jemaah diimbau menjaga kondisi kesehatan mengingat waktu keberangkatan masih sekitar dua hingga empat bulan ke depan.
“Ibadah haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik yang cukup berat. Karena itu, kami mengingatkan agar jemaah tetap menjaga kesehatan,” tuturnya.
Melalui manasik ini, pemerintah berharap para calon jemaah haji Kabupaten Bekasi dapat memahami tata cara pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan syariat, sehingga mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah secara khusyuk, tertib, dan mandiri.
Lebih dari itu, manasik diharapkan menjadi fondasi lahirnya jemaah yang tidak hanya meraih haji mabrur, tetapi juga membawa nilai kesalehan sosial sepulang dari Tanah Suci — menjadi pribadi yang lebih peduli, sabar, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.***Samsudin



























