Malam Pertama Relokasi PKL Cikarang Utara Berjalan Kondusif, Lalu Lintas di Simpang SGC Kembali Lega
Pemerintahan    Minggu 15 Februari 2026    04:56:48 WIBCIKARANG UTARA – Malam pertama relokasi pasar tumpah Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Jalan Kapten Sumantri dan Jalan R.E. Martadinata berlangsung kondusif. Dampaknya langsung terasa. Arus lalu lintas di sekitar Lampu Merah SGC terpantau lebih lengang pada Sabtu dini hari (14/02/2026).
Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bekasi melakukan pengamanan relokasi sesuai arahan Plt Bupati Bekasi. Aktivitas para PKL dipindahkan ke lokasi baru yang telah disiapkan di depan Pasar Cikarang (Ramayana lama).
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ganda Sasmita, mengatakan pengamanan dilakukan sekaligus memberikan arahan kepada para pedagang agar mematuhi keputusan relokasi yang telah ditetapkan.
“Pada tanggal 13 Februari ini, PKL yang berada di Jalan Kapten Sumantri dan Jalan R.E. Martadinata sesuai keputusan Bupati Bekasi ditetapkan untuk relokasi ke depan Pasar Cikarang Ramayana. Sekarang sudah jam 3 dini hari, kita melaksanakan pengamanan relokasi,” ujar Ganda usai mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada para pedagang di Jalan R.E. Martadinata, Cikarang Utara.
Ia menjelaskan, pengamanan tidak hanya menyasar pedagang, tetapi juga menyampaikan informasi kepada masyarakat agar berbelanja di lokasi relokasi yang telah disediakan pemerintah daerah.
“Kita memberi informasi, memberi arahan kepada para PKL agar mereka mematuhi instruksi Pak Plt Bupati untuk pindah ke lokasi relokasi. Kemudian juga kita memberikan informasi kepada para pembeli atau konsumen, silakan berbelanja ke tempat yang telah disediakan di depan pasar,” katanya.
Relokasi ini, lanjutnya, merupakan bagian dari penataan lanjutan kawasan pusat kota. Pemerintah daerah ingin mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya—untuk kelancaran lalu lintas, penataan wajah kota, sekaligus menjaga kebersihan dan ketertiban ruang publik.
“Kedepan ada penataan selanjutnya, ditata agar fungsi jalan itu kembali sesuai peruntukannya untuk lalu lintas,” ucapnya.
Pengawasan pun dipastikan tidak berhenti pada malam pertama. Satpol PP bersama unsur TNI-Polri dan perangkat daerah terkait akan terus melakukan pemantauan sekaligus sosialisasi berkelanjutan agar para pedagang tetap tertib di lokasi baru.
“Dengan adanya kami, Satpol PP dengan TNI-Polri sampai jam 3 dini hari ini, ini adalah pengawasan sekaligus mensosialisasikan. Kita tidak bosan-bosan agar mereka patuh terhadap peraturan daerah, semuanya tertib, aman, nyaman, baik PKL-nya maupun konsumennya,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi relokasi, aktivitas pedagang memang belum sepenuhnya berjalan 100 persen. Sebagian lapak masih kosong dan konsumen terlihat masih menyesuaikan diri dengan situasi baru. Namun, mayoritas pedagang sudah mulai bergeser dan menempati lapak sesuai plotting yang disiapkan.
Perlahan namun pasti, denyut ekonomi rakyat tetap berputar—kali ini dengan wajah baru yang lebih tertata. Pemerintah berharap, relokasi ini bukan sekadar pemindahan lokasi, melainkan awal dari penataan kota yang lebih rapi tanpa mematikan ruang usaha masyarakat kecil.***Samsudin



























