Di Balik Palang Swadaya, Warga Ampera Jaga Nyawa Sekaligus Asa
Daerah    Minggu 03 Mei 2026    20:54:28 WIBBekasi - Di tengah keterbatasan fasilitas keselamatan, warga di perlintasan kereta api sebidang Jalan Ampera, Bekasi, memilih tak tinggal diam. Dengan inisiatif sendiri, mereka bergotong royong menjaga perlintasan demi mengurangi risiko kecelakaan—sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan.
Setiap harinya, sekitar 10 warga terlibat dalam penjagaan yang dilakukan secara bergiliran. Dalam satu jam bertugas, mereka bisa memperoleh uang antara Rp30 ribu hingga Rp50 ribu dari pengguna jalan yang melintas.
Salah satu penjaga, Hendrik, menuturkan bahwa sistem jaga dibagi secara fleksibel. “Dibagi-bagi, ada yang sejam, ada yang dua jam,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).
Ia menegaskan, kegiatan tersebut murni berasal dari kesadaran warga tanpa campur tangan organisasi mana pun. “Kalau di sini enggak ada ormas. Ini benar-benar swadaya warga, inisiatif sendiri,” katanya.
Menurut Hendrik, keberadaan penjaga cukup berdampak dalam meningkatkan keselamatan. Sebelum ada penjagaan, banyak pengendara yang nekat menerobos perlintasan saat kereta hendak melintas.
“Dulu sebelum ada palang ini, masih banyak yang menerobos,” ungkapnya.
Meski telah berjalan secara swadaya, warga tetap berharap adanya perhatian dari pemerintah. Pemasangan palang pintu resmi dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.
“Kalau nanti dipasang palang dari pemerintah, tentu bagus. Malah lebih aman,” tandas Hendrik.***Red-Sam
























