Habbina
Jatinangor Terhubung BRT Bandung Raya, Mobilitas Warga Sumedang Kian Mudah
0 Komentar 153 pembaca

Jatinangor Terhubung BRT Bandung Raya, Mobilitas Warga Sumedang Kian Mudah

Pemerintahan

Bandung-Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya mendukung pengembangan transportasi publik modern dengan menandatangani Kerja Sama Daerah dengan Daerah Lain (KSDD) terkait penyediaan Public Service Obligation (PSO) bagi layanan Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung. Kesepakatan itu diteken Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam rangkaian Groundbreaking Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) di Terminal Leuwipanjang, Bandung, Rabu (22/7/2026).
Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama para kepala daerah di kawasan Bandung Raya. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antarwilayah guna menghadirkan sistem transportasi massal yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Bupati Dony Ahmad Munir menyambut positif masuknya Jatinangor ke dalam wilayah layanan BRT. Menurutnya, kawasan yang dikenal sebagai pusat pendidikan tinggi sekaligus etalase Kabupaten Sumedang itu akan memperoleh manfaat besar dari hadirnya angkutan massal modern.
"Menjadi kegembiraan bagi masyarakat. Jatinangor sebagai etalase Sumedang dan juga pusat pendidikan tinggi kini masuk wilayah kerja BRT. Ini akan semakin memudahkan mobilitas masyarakat dengan transportasi publik yang lebih baik dan tetap terjangkau," ujar Dony.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa pembangunan BRT Cekungan Bandung merupakan bagian dari Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) yang didukung Pemerintah Indonesia, World Bank, dan Agence Française de Développement (AFD). Proyek ini dirancang menghadirkan layanan transportasi yang cepat, nyaman, dan efisien melalui pembangunan infrastruktur serta penerapan Intelligent Transportation System (ITS).
Ia menyebutkan, layanan BRT ditargetkan memiliki waktu tunggu maksimal tujuh menit pada jam sibuk dan 15 menit di luar jam sibuk sehingga mampu mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Dengan demikian, kemacetan lalu lintas dan emisi karbon di kawasan Bandung Raya diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Secara keseluruhan, proyek MASTRAN mencakup pembangunan enam depo BRT, 719 halte off-corridor, 34 halte on-corridor, jalur khusus BRT sepanjang 21 kilometer, serta sistem ITS metropolitan. Nilai pembiayaan proyek mencapai 264 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,8 triliun, dengan investasi pembangunan infrastruktur BRT di Cekungan Bandung sekitar Rp1,3 triliun.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai transportasi publik modern merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus instrumen penting untuk menciptakan kawasan perkotaan yang lebih tertata dan ramah lingkungan. Karena itu, menurutnya, pembangunan BRT harus diiringi peningkatan kualitas fasilitas pendukung seperti trotoar, penerangan jalan, keamanan, hingga perubahan budaya masyarakat agar semakin terbiasa menggunakan angkutan umum.
Senada dengan itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Indonesia Mass Transit Project merupakan langkah strategis dalam menjawab persoalan kemacetan di kawasan metropolitan Bandung Raya. Menurutnya, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, aman, nyaman, dan mampu menjadi pilihan utama masyarakat dengan tarif yang tetap terjangkau.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang memperkuat perannya dalam pengembangan jaringan transportasi massal Bandung Raya. Kehadiran BRT diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga mempercepat mobilitas masyarakat, membuka peluang ekonomi baru, serta mendorong pembangunan kawasan metropolitan yang lebih berkelanjutan, termasuk bagi Kabupaten Sumedang.***Red-Cece Ruhiyat

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top