Habbina
Langkah Baru SDIT Permata Ilmu Karawang, Bangun Sekolah Sendiri dan Hadirkan Pendidikan Berkualitas yang Ramah di Kantong
0 Komentar 141 pembaca

Langkah Baru SDIT Permata Ilmu Karawang, Bangun Sekolah Sendiri dan Hadirkan Pendidikan Berkualitas yang Ramah di Kantong

Pendidikan

KARAWANG – Lima tahun lalu, SDIT Permata Ilmu Karawang memulai perjalanan pendidikannya dengan segala keterbatasan. Proses belajar mengajar sempat berpindah-pindah lokasi, mulai dari menempati gedung di Jalan Bogor hingga memanfaatkan fasilitas milik pihak lain. Kini, memasuki tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menorehkan babak baru dengan resmi menempati gedung pembelajaran milik sendiri di Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat.
Berdirinya gedung baru itu bukan sekadar penambahan fasilitas pendidikan, melainkan simbol tumbuhnya sebuah lembaga yang berupaya menjawab kebutuhan masyarakat akan sekolah Islam terpadu yang berkualitas sekaligus terjangkau. Di atas lahan hampir 1.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 700 meter persegi, sekolah kini memiliki ruang belajar yang lebih representatif bagi para peserta didik.
Kepala SDIT Permata Ilmu Karawang, Yadi Supriadi, mengatakan pembangunan gedung telah memasuki tahap akhir penyelesaian dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Agustus 2026.
"Perjalanan kami dimulai pada 2021 dari Jalan Bogor, kemudian sempat menggunakan gedung Ibnu Sina. Alhamdulillah, tahun ini kami akhirnya memiliki gedung sendiri. Ini menjadi kebahagiaan sekaligus amanah besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan," ujarnya.
Saat ini pembangunan telah mencapai lebih dari 90 persen. Meski proses finishing masih berlangsung, kegiatan belajar mengajar sudah mulai dipusatkan di gedung baru yang dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi siswa maupun tenaga pendidik.
SDIT Permata Ilmu kini menaungi 162 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar, mulai dari kelas I hingga kelas VI. Seluruh ruang kelas dibangun dengan ukuran 7 x 8 meter sehingga memberikan ruang belajar yang lebih lega dan nyaman.
Tidak hanya menghadirkan ruang kelas, sekolah juga melengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), kantin, serta sarana olahraga yang meliputi lapangan futsal, bulu tangkis, dan tenis meja. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang perkembangan akademik maupun nonakademik peserta didik secara seimbang.
Namun bagi SDIT Permata Ilmu, pembangunan fisik hanyalah salah satu bagian dari upaya membangun kualitas pendidikan. Fokus utama sekolah tetap berada pada pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, serta peningkatan kemampuan akademik siswa.
Hal itu diwujudkan melalui kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan umum, pembelajaran diniyah, tahfiz Al-Qur'an, dan penguasaan bahasa asing sejak usia dini.
Salah satu inovasi yang kini menjadi program unggulan adalah perubahan konsep pembiasaan bahasa Inggris dari English Day menjadi English Everyday. Melalui program tersebut, siswa dibiasakan menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah, mulai dari membuka pelajaran, menutup pembelajaran, hingga ketika meminta izin kepada guru.
Untuk siswa kelas I dan II, pembiasaan dilakukan melalui percakapan sederhana yang dipasang di dinding kelas sehingga anak-anak dapat belajar secara alami dalam kesehariannya.
"Harapan kami bukan hanya melahirkan anak-anak yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, hafalan Al-Qur'an yang kuat, serta percaya diri berkomunikasi menggunakan bahasa asing," kata Yadi.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada Juli 2026, salah seorang siswa SDIT Permata Ilmu berhasil lolos ke Olimpiade Nasional (Omnas) mata pelajaran Bahasa Inggris setelah melalui seleksi tingkat provinsi bersama enam peserta lainnya. Prestasi itu menjadi bukti bahwa sekolah yang relatif muda pun mampu bersaing di tingkat nasional apabila didukung sistem pembelajaran yang konsisten.
Di sisi lain, Yayasan Rumah Harapan selaku pengelola sekolah menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak harus identik dengan biaya mahal.
Ketua Yayasan Rumah Harapan, Agus Solihin, mengatakan sejak awal yayasan memiliki komitmen menghadirkan pendidikan Islam terpadu yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas tanpa mengurangi mutu layanan pendidikan.
Menurutnya, biaya pendidikan di SDIT Permata Ilmu sengaja disusun agar tetap ringan bagi orang tua. Saat ini, biaya pendaftaran berkisar Rp5 juta dengan SPP bulanan Rp210 ribu, angka yang dinilai lebih terjangkau dibandingkan sejumlah sekolah sejenis di wilayah Karawang.
"Kami ingin membangun sekolah yang fokus pada kualitas lulusan, bukan mengejar keuntungan finansial. Prioritas kami adalah menghasilkan anak-anak yang memiliki karakter baik, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.
Komitmen tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Dewan Pembina Yayasan Rumah Harapan, Yeni Maryani, menyebut semakin banyak orang tua yang memutuskan memindahkan anaknya ke SDIT Permata Ilmu karena melihat perkembangan karakter dan hafalan Al-Qur'an para siswa, ditambah biaya pendidikan yang relatif terjangkau.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus berkembang dan menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik setiap tahunnya.
Dengan gedung baru, fasilitas yang semakin lengkap, serta penguatan kurikulum berbasis karakter, tahfiz, dan penguasaan bahasa Inggris, SDIT Permata Ilmu Karawang berharap dapat terus tumbuh menjadi salah satu pilihan pendidikan Islam terpadu yang mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan siap bersaing di masa depan.***Red-Emn

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top