Habbina
Dari Limbah hingga Digitalisasi, Mahasiswa IPB Bantu Desa Licin Menemukan Jalan Menuju Kemandirian
0 Komentar 122 pembaca

Dari Limbah hingga Digitalisasi, Mahasiswa IPB Bantu Desa Licin Menemukan Jalan Menuju Kemandirian

Pendidikan

SUMEDANG-Desa Licin di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, menyimpan potensi besar untuk berkembang menjadi desa yang mandiri. Hamparan lahan pertanian, sumber mata air yang melimpah, sektor peternakan, perikanan, hingga pelaku usaha mikro menjadi modal utama yang dimiliki desa ini. Namun, potensi tersebut memerlukan pengelolaan yang tepat agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University hadir dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan kolaborasi bersama pemerintah desa, kelompok tani, pelaku UMKM, hingga berbagai elemen masyarakat. Berbagai program disusun berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan warga, sehingga setiap kegiatan yang dijalankan benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi di lapangan.
Salah satu fokus utama adalah pengelolaan lingkungan. Tim KKNT melihat limbah budidaya ikan sistem bioflok yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sebenarnya memiliki kandungan unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman. Kondisi tersebut menjadi peluang, terlebih karakteristik tanah di Desa Licin didominasi tanah berpasir dengan kandungan bahan organik yang relatif rendah.
Melalui pendampingan kepada masyarakat, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan limbah bioflok menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Selain itu, mereka juga mengajak warga menerapkan lubang biopori sebagai solusi pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos. Program ini melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan masyarakat.
Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Warga diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan POC dari limbah bioflok serta pembuatan lubang biopori sebagai media pengomposan. Hasilnya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, menekan volume sampah organik, sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Di bidang tata kelola desa, tim KKNT turut membantu penyusunan peta potensi Desa Licin yang memuat berbagai fasilitas umum serta aset desa yang berpeluang dikembangkan. Upaya tersebut diperkuat melalui pengembangan website desa sebagai media informasi sekaligus sarana promosi berbagai potensi lokal kepada masyarakat luas.
Potensi unggulan sektor perikanan juga menjadi perhatian. Mahasiswa mengenalkan budidaya ikan kancra sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi yang memiliki peluang dikembangkan. Untuk memperluas edukasi, mereka membuat plang informasi serta e-book yang menjelaskan karakteristik ikan kancra, habitat, persebaran, manfaat ekonomi, hingga upaya pelestariannya.
Media edukasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan eduwisata berbasis perikanan yang dapat menjadi sumber nilai tambah bagi perekonomian desa.
Sementara itu, sektor UMKM didorong agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Tim KKNT mendampingi pelaku usaha membuat dan mengaktifkan QRIS sebagai metode pembayaran digital. Mereka juga membantu mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps sehingga lebih mudah ditemukan konsumen.
Tak hanya itu, mahasiswa bersama pelaku UMKM merancang banner promosi yang sesuai dengan identitas masing-masing usaha. Langkah sederhana ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dari rangkaian program. Melalui Gerakan Makan Ikan (GEMAIK), masyarakat diajak meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Program tersebut memanfaatkan ikan nila merah sebagai salah satu komoditas unggulan Desa Licin. Bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, dan masyarakat, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi berbasis potensi lokal dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Rangkaian kegiatan KKNT IPB University di Desa Licin menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengubah potensi menjadi kekuatan pembangunan.
Melalui pengelolaan lingkungan, penguatan tata kelola desa, digitalisasi UMKM, pengembangan komoditas unggulan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia, Desa Licin tengah menapaki jalan menuju pembangunan yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.***Red-Cece Ruhiyat

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top