Habbina
Kuningan Belajar ke Madiun, Mencari Jalan Baru Membangun Infrastruktur di Tengah Keterbatasan Anggaran
0 Komentar 115 pembaca

Kuningan Belajar ke Madiun, Mencari Jalan Baru Membangun Infrastruktur di Tengah Keterbatasan Anggaran

Pemerintahan

MADIUN – Pemerintah Kabupaten Kuningan memilih belajar langsung ke Kabupaten Madiun untuk mencari solusi atas tantangan pembiayaan pembangunan infrastruktur. Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada sektor Alat Penerangan Jalan (APJ) dinilai menjadi salah satu inovasi yang layak diadopsi.
Kunjungan studi tiru yang berlangsung di Ruang Rapat IT, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun, Caruban, (8/8/2026), dipimpin Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani mewakili Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Madiun serta jajaran pemerintah daerah.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi antardaerah. Lebih dari itu, kunjungan menjadi ruang belajar untuk memahami bagaimana Kabupaten Madiun mampu menghadirkan pembangunan infrastruktur melalui pola pembiayaan yang tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan publik terus meningkat, sementara kemampuan keuangan daerah memiliki batas yang tidak mudah dilampaui. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah menghadirkan berbagai inovasi agar pembangunan tetap berjalan tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.
Menurutnya, Kabupaten Madiun menjadi contoh menarik karena berhasil menjadi daerah pemrakarsa proyek KPBU APJ yang kini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi sekaligus inspirasi bagi Kabupaten Kuningan dalam menyusun strategi pembiayaan pembangunan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menjelaskan bahwa skema KPBU dipilih sebagai solusi atas keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Melalui pola kerja sama tersebut, pembangunan dapat dilaksanakan lebih cepat, efisien, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia memaparkan, proyek KPBU APJ di Kabupaten Madiun menggunakan skema Design-Build-Finance-Operate-Maintenance-Transfer (DBFOMT). Dalam skema tersebut, badan usaha bertanggung jawab mulai dari tahap perencanaan, pembangunan, pembiayaan, pengoperasian, pemeliharaan hingga penyerahan aset kepada pemerintah setelah masa kerja sama berakhir.
Proyek tersebut memiliki masa kerja sama selama 10 tahun 9 bulan, yang terdiri atas 9 bulan masa konstruksi dan 10 tahun masa layanan, dengan total investasi mencapai Rp113,5 miliar. Nilai tersebut terdiri atas CAPEX sebesar Rp100,6 miliar dan OPEX sebesar Rp13,5 miliar, sementara pengembalian investasi dilakukan melalui mekanisme Availability Payment (AP) yang didukung penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII).
Hari Wuryanto menambahkan, keberhasilan implementasi KPBU APJ juga ditopang oleh kelembagaan yang kuat. Simpul KPBU bersama Dinas Perhubungan berperan sejak tahap persiapan, pelaksanaan, koordinasi, pengawasan hingga monitoring proyek sehingga seluruh proses berjalan sesuai perencanaan.
Menurutnya, manfaat yang dirasakan tidak hanya berupa tersedianya infrastruktur penerangan jalan yang lebih baik, tetapi juga meningkatnya investasi daerah, tumbuhnya aktivitas UMKM, naiknya penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu Tenaga Listrik (PBJT-TL), hingga terciptanya efisiensi biaya listrik penerangan jalan.
Ia berharap kunjungan Pemerintah Kabupaten Kuningan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antardaerah melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik, sehingga inovasi pembiayaan pembangunan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.***Red-Cece Ruhiyat

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top